Tetap Sehat Hadapi Masa Pensiun
- 17 Nov 2024 17:30 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Memasuki masa pensiun merupakan suatu fase yang pasti akan dilewati oleh semua pekerja. Persiapan pensiun merupakan tahapan penting dalam menjalani tahap hidup yang tidak lagi terikat dengan dunia pekerjaan.
"Masa ini bisa menjadi peluang untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan keinginan yang mungkin terabaikan selama masih bekerja aktif. Reaksi individu dalam menghadapi masa pensiun ini pun kadang tidak sama,"tutur Nur Ria Handayani, S.Psi, M.Psi, Psikolog di RSUD dr. M. Haulussy kepada RRI, Minggu (17/11/2024).
Lebih lanjut Handayani mengatakan, ada yang menyambutnya dengan gembira karena sudah tidak lagi bekerja dan bisa menghabiskan waktu sepenuhnya bersama keluarga. Namun, ada juga yang justru merasa tidak nyaman saat memasuki masa pensiun, setelah mengalami berbagai perubahan situasi dan aktivitas dalam keseharian.
Ketidaksiapan individu dalam menghadapi masa pensiun dapat menyebabkan dirinya mengalami beberapa kondisi, diantaranya seperti :
- Merasa jenuh karena kehilangan rutinitas.
Banyak pensiunan yang awalnya merasa bahagia, karena tidak lagi lelah harus mengejar waktu untuk bekerja. Namun setelah beberapa lama, rasa jenuh akibat tidak adanya rutinitas bekerja yang biasanya dilakukan setiap hari ini mulai terasa.
- Kesepian.
Saat pensiun banyak orang yang membayangkan akan punya banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga di rumah. Namun kenyataannya, kadang anggota keluarga lainnya juga memiliki kesibukan sendiri. Anak yang mulai beranjak remaja, kadang lebih sering ada di luar rumah untuk keperluan studinya. Begitupun dengan anak yang mungkin sudah berumah tangga dan tinggal terpisah bersama dengan keluarga kecilnya, sehingga tak jarang seorang pensiunan merasa kesepian.
- Post Power Syndrome.
Post Power Syndrome merupakan suatu kondisi kejiwaan yang umumnya dialami oleh orang-orang yang kehilangan kekuasaan atau jabatan yang diikuti dengan menurunnya harga diri. “Power” pada kata post power syndrome tidak selalu diartikan sebagai kekuasaan maupun pekerjaan. Melainkan dikonotasikan sebagai sosok yang tadinya aktif, banyak kegiatan, mendadak hilang sehingga timbul ketidaknyamanan. Hal ini kadang dirasakan oleh pensiunan yang tidak memiliki kesiapan mental untuk memasuki masa pensiun tersebut.
- Sulit bersosialisasi.
Sebagian orang yang workaholic biasanya memiliki circle pertemanan yang tidak terlalu banyak karena tidak sempat menjalin pertemanan dengan orang-orang diluar lingkup pekerjaannya. Saat memasuki masa pensiun, individu tersebut cenderung mengalami kesulitan untuk bersosialisasi karena relasi pertemanan seperti itu biasanya tidak sedekat saat masih bekerja bersama.
- Mengalami Depresi.
Jika tidak memiliki kesiapan diri untuk menghadapi masa pensiun dengan segala perubahan yang ada, dalam kondisi tertentu pensiunan rentan mengalami depresi setelah pensiun. Dan jika ini terjadi, disarankan untuk menghubungi profesional seperti psikolog maupun psikiater agar mendapat penanganan lebih lanjut.
Untuk memasuki masa pensiun diperlukan beberapa kesiapan meliputi kesiapan diri, mental, dan finansial. Dalam hal ini, mindset bahwa pensiun bukan berarti berhenti berkarya perlu ditanamkan. Masa pensiun ini dapat menjadi waktu yang ideal untuk mengejar berbagai hal baru yang mungkin tidak sempat kita lakukan saat masih aktif bekerja. Pola ini juga tentunya akan sangat membantu dalam proses menjaga kesehatan psikologis pensiunan.
Beberapa persiapan yang dapat dilakukan untuk memasuki masa pensiun antara lain :
1. Menyiapkan aktifitas.
Untuk mengantisipasi kehilangan aktivitas yang dapat menyebabkan kejenuhan saat pensiun, kita dapat mulai mempersiapkan aktivitas yang akan dilakukan nanti. Mencoba beberapa aktivitas baru cukup menarik untuk membangkitkan motivasi hidup kita. Bisa dengan berkebun, memelihara hewan peliharaan, melakukan hobi yang sudah lama tidak sempat tersentuh, dll.
2. Aktif mengikuti kegiatan sosial.
Dengan mengikuti kegiatan sosial yang saat ini banyak digelar, kita dapat mengisi “tanki” kebahagiaan kita saat kehadiran kita dapat menolong orang lain. Hal ini tentunya membawa dampak positif dan perasaan berharga bahwa kita masih dapat membawa manfaat bagi orang lain.
3. Memulai usaha/bisnis.
Membangun bisnis dapat memberikan kepuasaan tersendiri saat melihat ide bisnis yang kita jalankan berproses untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, menjadi seorang entrepreneur bisa jadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu.
4. Mengatur finansial.
Sebelum memasuki masa pensiun, mengalokasikan sebagian penghasilan selama fase produktif untuk tabungan pensiun dan menempatkan dalam investasi, serta memiliki asuransi kesehatan yang memadai dan asuransi jiwa yang sesuai dapat dijadikan pilihan tepat agar saat pensiun nanti finansial kita sudah lebih stabil dan cukup memberi ketenangan karena hal ini dapat memberikan perlindungan finansial bagi kita dan keluarga.
"Penting sekali untuk tetap menjaga kesehatan. Memberikan yang terbaik bagi tubuh kita dapat kita lakukan dalam bentuk menjaga pola makan, berolahraga secara teratur dan terukur, dan menjaga Kesehatan mental agar dapat mencapai kualitas hidup yang maksimal saat memasuki masa pensiun,"tutup Handayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....