Sayangi Jantung : Kenali Penyakit Hipertensi Sedini Mungkin

  • 29 Sep 2024 23:29 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Diagnosis hipertensi ditegakkan bila Tekanan darah ≥140/≥90 mmHg pada pengukuran di klinik atau dokter, dalam minimal dua kali pemeriksaan terpisah.

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat seiring dengan semakin tingginyya tekanan darah," tutur dr. Gracia Lilihata, SpJP di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Minggu (29/9/2024).

Spesialis Jantung, Dokter Gracia mengatakan, hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, gagal ginjal, kebutaaan, kelainan pembuluh darah di tungkai, disfungsi ereksi, dan sebagainya.

Penyebab hipertensi.

Hipertensi menyebabkan tekanan darah terus-menerus tinggi di dalam pembuluh darah arteri sehingga dapat merusak pembuluh darah arteri serta pada organ-organ yang di suplai.

Sebagian besar hipertensi (90-95%) tidak diketahui penyebab spesifik, namun merupakan interaksi dari faktor lingkungan, gaya hidup tidak sehat, genetik/keturunan, serta interaksi dari sistem saraf-ginjal-jantung.

Pada sebagiaan kecil pasien (5-10%), hipertensi dapat disebabkan penyyakit lain yang menyebabkan tekanan darah melambung tinggi misalnya pasien dengan penyakit ginjal kronis atau kelainan endokrin/hormon. Oleh karena itu, bila hipertensi terjadi mendadak atau pada usia sangat muda (anak-anak dan remaja), perlu dilakukan rujukan ke dokter spesialis untuk pemeriksaan dan tatalaksana lanjutan.

Faktor risiko.

Siapa saja yang berisiko menderita hipertensi:

  • Jenis kelamin laki-laki lebih tinggi risiko hipertensi dibanding perempuan
  • Usia lanjut
  • Merokok
  • Konsumsi garam tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Stress
  • Gangguan tidur
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi
  • Menopause usia dini
  • Pola hidup tidak aktif (sedentary lifestyle)

Hipertensi diklasifikasikan berdasarkan severitas/derajat keparahannya :

Dok Sumber

Pengobatan

Pola hidup sehat dapat mencegah atau menunda onset munculnya hipertensi. Pola hidup sehat juga dapat mencegah atau menurunkan kebutuhan terapi obat-obatan pada hipertensi derajat 1, karena terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Pasien disarankan untuk membatasi konsumsi garam (maksimal 5 gram /hari atau setara 1 sendok teh garam dapur), membatasi alkohol, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah, produk susu rendah lemak, gandum, ikan, dan asam lemak tak jenuh (terutama minyak zaitun), serta membatasi asupan daging merah dan asam lemak jenuh.

Selain itu, menurunkan berat badan dan menjaga berat badan ideal juga akan membantu menurunkan tekanan darah.

Melakukan olahraga teratur dapat mencegah sekaligus mengobati hipertensi. Olahraga yang disarankan adalah setidaknya 30 menit latihan aerobik intensitas sedang (seperti: berjalan, joging, bersepeda, atau berenang) 5-7 hari per minggu.

Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah berhenti atau menghindari rokok karena merokok merupakan faktor risiko ppenyakit kardiovaskular dan kanker.

Obat-obatan

Siapa yang perlu mengkonsumsi obat-obatan penurunan tekanan darah (antihipertensi):

  • Pasien dengan hipertensi derajat 1 yaang tidak berhasil dengan pola hidup sehat saja
  • Pasien dengan hipertensi derajat 1 disertai penyakit penyerta seperti gagal ginjal atau diabetes atau telah disertai bukti penyakit kardiovaskular sebelumnya, serta
  • Pasien hipertensi derajat ≥2 ke atas.

Terdapat berbagai jenis obat antihipertensi yang dapat diberikan dan dokter akan memilihkan agen yang paling sesuai untuk setiap pasien. Disarankan untuk menggunakan obat antihipertensi dalam bentuk kombinasi 2 obat sekaligus.

Pasien sebaiknya konsisten dalam mengkonsumsi obat antihipertensi pada jam yang sama setiap hari. Selain itu, pasien dapat memonitor sendiri tekanan darahnya di rumah menggunakan alat pengukur tekanan darah digital yang divalidasi setiap 6-12 bulan.

Dok Sumber

Pencegahan

Untuk mencegah hipertensi, kita dapat melakukan Langkah CERDIK yaitu :

C : Cek Kesehatan secara rutin

E : Enyahkan asap rokok

R : Rajin aktivitas fisisk

D : Diet seimbang

I : Istirahat cukup

K : Kelola stress

Kesembuhan dimulai dari langkah pertama; jangan tunggu lama. Segera periksa diri di fasilitas kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....