Persalinan Normal dan Dampaknya Bagi Kesehatan
- 29 Sep 2024 11:56 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Persalinan normal adalah proses alami, merupakan bagian dari siklus reproduksi manusia dan biasanya berlangsung tanpa komplikasi.
Ini tersebut mencakup kontraksi yang teratur dan progresif, yang membantu membuka serviks hingga cukup untuk melahirkan. Persalinan normal biasanya terjadi pada ibu yang sehat, dengan janin dalam posisi yang tepat dan ukuran yang sesuai, kehamilan yang tidak berisiko tinggi lebih cenderung berakhir dengan persalinan normal.
Untuk mengetahui apakah kehamilan normal dan tidak berisiko maka lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sesuai standar di BIDAN.
Doktor Magdalena Paunno, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku menguraikan, Alasan tingginya angka persalinan normal yakni prosedur yang Lebih aman. Banyak tenaga medis lebih cenderung merekomendasikan persalinan normal karena dianggap lebih aman dan memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah.
Menurut data Kementerian Kesehatan (2022), 75% dari total persalinan di Indonesia adalah vaginal, mencerminkan kepercayaan dalam prosedur ini.
Persalinan normal memberikan manfaat yang tinggi bagi ibu maupun bayi.
A. Manfaat Bagi Bayi Baru Lahir
- Persalinan normal lebih tinggi terjadi interaksi langsung antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran dibanding persalinan seksio. Kontak kulit-ke-kulit (kangaroo care) setelah persalinan dapat meningkatkan keterikatan emosional, yang berkontribusi pada keberhasilan pemberian ASI karena ibu rasa percaya diri yang lebih tinggi dalam menyusui, berkat dukungan emosional yang mereka terima selama proses persalinan baik dari keluarga, suami maupun tenaga kesehatan.
- Persalinan normal membantu bayi mendapatkan kolostrum lebih awal dan menguntungkan sistem imun mereka. Proses melahirkan secara vaginal juga membantu bayi mengeluarkan cairan dari paru-paru mereka, memfasilitasi pernapasan yang lebih baik setelah lahir.
- Kesehatan Jangka Panjang, Studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara normal memiliki risiko lebih rendah terhadap masalah kesehatan jangka panjang, seperti obesitas dan diabetes, dibandingkan dengan anak yang lahir melalui seksio sesarea.

B. Manfaat Bagi Ibu
- Persalinan normal umumnya memungkinkan ibu untuk pulih lebih cepat dibandingkan dengan operasi caesar karena wanita yang melahirkan secara vaginal sering kali dapat kembali ke aktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat, mengurangi risiko komplikasi setelah persalinan.
- Proses persalinan normal mengurangi risiko infeksi, infeksi pascaoperasi lebih umum pada ibu yang menjalani seksio sesarea, karena adanya sayatan pada kulit dan jaringan dalam.
- Masalah Kesehatan Jangka Panjang, wanita yang menjalani seksio sesarea memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dalam kehamilan berikutnya, termasuk plasenta previa atau ruptur rahim. Hal ini diungkapkan dalam penelitian oleh Guise et al. (2014), yang menunjukkan bahwa pengalaman seksio sesarea dapat mempengaruhi hasil kehamilan mendatang.
- Oksitosin yang dilepaskan selama menyusui membantu kontraksi rahim, yang mempercepat involusi. Menurut studi oleh Park et al. (2023), ibu yang menyusui dini mengalami involusi rahim yang lebih cepat, dengan pengurangan ukuran rahim yang lebih bermakna dalam minggu pertama sesuda melahirkan.
Dengan demikian, persalinan normal adalah bagian dari siklus reproduksi wanita yang keberlangsungannya lebih banyak, yaitu 75 % persalinan normal atau anak lahir perjalan lahir vaginal.
Persalinan normal tidak hanya mendukung kesehatan fisik seperti pemulihan ibu lebih cepat, kejadian infeksi sangat jarang tetapi juga memperkuat dukungan emosional ibu dan bayi baru lahir serta berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI.
Paunno mengatakan, hal ini menunjukkan pentingnya mempromosikan persalinan normal untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi ibu, bayi dan keluarga. Ayo dukung persalinan normal agar akan sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....