Kuliah Daring Melatih Kemandirian Pekerja dalam Belajar
- 28 Sep 2026 18:03 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kuliah jarak jauh berbasis daring memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun jarak untuk tetap menempuh pendidikan tinggi. Sistem perkuliahan yang dapat diakses menggunakan perangkat komputer atau perangkat digital lainnya membuat proses belajar tidak harus berlangsung di ruang kelas.
Kondisi tersebut dirasakan Marta, seorang pekerja yang memilih mengikuti perkuliahan jarak jauh karena kesibukan pekerjaan membuatnya sulit mengikuti perkuliahan secara tatap muka di kampus.
Bagi Marta, fleksibilitas menjadi salah satu keuntungan utama kuliah daring. Ia dapat mengerjakan tugas perkuliahan di rumah, kantor, kafe maupun tempat lain, dengan menyesuaikan waktu luang di tengah aktivitas pekerjaannya.
Namun, fleksibilitas tersebut juga disertai tantangan. Dalam satu pekan, Marta harus menyelesaikan tugas dari enam mata kuliah. Materi perkuliahan dipelajari secara mandiri melalui modul yang telah disediakan, kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan tugas maupun ujian melalui sistem komputerisasi.
Marta mengatakan, pola belajar tersebut menuntut ketelitian karena sistem akan memberikan penilaian berdasarkan jawaban yang dimasukkan mahasiswa.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan perkuliahan konvensional yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan dosen. Ketika ada materi yang belum dipahami, mahasiswa dapat langsung meminta penjelasan atau mengajukan pertanyaan kepada dosen.
Sementara dalam sistem perkuliahan jarak jauh, mahasiswa dituntut lebih aktif mencari pemahaman dari berbagai sumber.
Marta harus mempelajari modul, membaca buku yang berkaitan dengan mata kuliah, hingga mencari referensi tambahan ketika menemukan materi yang belum dipahaminya.
Tantangan lainnya muncul ketika menghadapi ujian. Sistem komputerisasi menyediakan pertanyaan pilihan ganda maupun esai yang harus dijawab dengan cermat. Kesalahan dalam memilih jawaban akan langsung memengaruhi hasil penilaian.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru memberikan pembelajaran tersendiri bagi Marta. Ia merasa kuliah jarak jauh membentuk kebiasaan untuk lebih mandiri dalam belajar dan tidak selalu bergantung pada penjelasan orang lain.
Baginya, ketika menemukan materi yang sulit dipahami, pilihan yang tersedia adalah kembali membaca, mencari referensi, mempelajari materi dari sumber lain, kemudian mencoba memahami persoalan tersebut secara mandiri.
Selain melatih kemandirian, sistem tersebut juga membuat Marta belajar mengatur waktu. Kesempatan belajar tidak hanya tersedia pada jam kuliah, tetapi dapat dilakukan dengan memanfaatkan waktu luang di sela pekerjaan.
Sesekali, tugas perkuliahan dikerjakan di kantor ketika terdapat waktu senggang. Pada kesempatan lain, Marta memilih belajar di rumah, kafe maupun tempat lain yang memungkinkan dirinya berkonsentrasi.
Bagi pekerja seperti Marta, sistem kuliah jarak jauh menjadi alternatif untuk tetap memperoleh pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pekerjaan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perkuliahan daring tidak hanya menawarkan kemudahan dari sisi jarak dan waktu, tetapi juga menuntut kedisiplinan, ketelitian, kemampuan mengatur waktu dan kemauan untuk terus belajar secara mandiri.
Dengan demikian, ruang belajar bagi mahasiswa tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Selama memiliki akses terhadap perangkat dan jaringan internet, proses belajar dapat berlangsung di berbagai tempat dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing mahasiswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....