PPI Dunia Dorong Pelajar Pulau Rhun Berani Kuliah ke Luar Negeri
- 13 Agt 2026 10:42 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Banda Neira — Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPI Dunia KAMEROP) bersama Kawan Alam Indonesia dari Bali, dengan dukungan Polsek Banda, menggelar kegiatan berbagi dan motivasi pendidikan bagi pelajar Madrasah Aliyah Sairun, Pulau Rhun, Maluku Tengah, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira” sekaligus rangkaian pengabdian masyarakat dan produksi film dokumenter “Merawat Masa Depan di Ujung Rempah”. Program ini mengangkat isu pendidikan, lingkungan, sejarah, kehidupan masyarakat serta harapan generasi muda di Kepulauan Banda.
Kehadiran tim di Pulau Run memiliki nilai historis karena pulau Run pernah menjadi bagian penting dalam perdagangan pala pada abad ke-17. Nama Pulau Run juga tercatat dalam Perjanjian Breda pada 31 Juli 1667, ketika Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda dan wilayah Manhattan yang saat itu bernama New Amsterdam diserahkan kepada Inggris.
Dalam kegiatan di Madrasah Aliyah Sairun, para siswa mendapatkan wawasan mengenai pentingnya pendidikan, pilihan perguruan tinggi serta peluang melanjutkan studi ke luar daerah hingga luar negeri. Para pelajar juga didorong untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini dalam menentukan cita-cita dan masa depan.
Sesi berbagi tersebut dipimpin Aurelia Aranti Vinton, Direktur Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa yang sedang menempuh pendidikan magister di KTH Royal Institute of Technology, Swedia. Ia membagikan pengalaman pendidikannya untuk menunjukkan kepada siswa bahwa kondisi geografis tidak semestinya menjadi penghalang dalam meraih cita-cita.
“Kami ingin anak-anak di Pulau Rhun tahu bahwa tempat mereka tinggal bukanlah batas dari cita-cita mereka. Mereka berhak bermimpi setinggi mungkin, termasuk bermimpi untuk kuliah di luar daerah bahkan di luar negeri,” ujar Aurelia Aranti Vinton.
Menurut Aurelia, keberanian untuk memulai, kemauan belajar dan kemampuan memanfaatkan peluang menjadi modal penting bagi pelajar di daerah kepulauan. Ia berharap pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan tersebut dapat membuka pandangan siswa terhadap berbagai kesempatan pendidikan yang tersedia.
Co-Founder Kawan Alam Indonesia Wanda Syahputra mengatakan pengabdian pemuda tidak cukup hanya dengan datang ke suatu daerah, tetapi harus dilakukan dengan membangun hubungan dan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Menurut dia, pendidikan generasi muda juga tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan dan daerah asal.
“Bagi kami, Pulau Run bukan hanya sebuah titik di peta atau bagian dari sejarah rempah dunia. Di sini ada anak-anak muda yang memiliki mimpi, ada masyarakat yang memiliki cerita, dan ada lingkungan yang harus kita jaga bersama,” kata Wanda.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda Pulau Rhun untuk terus belajar dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Melalui kolaborasi pemuda, organisasi konservasi, sekolah, masyarakat dan Polsek Banda, kegiatan ini juga menjadi upaya mempertemukan pengalaman, pengetahuan dan semangat antargenerasi untuk merawat masa depan Kepulauan Banda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....