Hujan dan Salju Bersaudara dalam Siklus Air Bumi
- 07 Agt 2026 08:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon– Hujan dan salju merupakan dua bentuk presipitasi yang sama-sama berasal dari siklus air di atmosfer. Meski terlihat berbeda, keduanya memiliki asal-usul yang sama, yakni uap air yang naik ke udara dan mengalami proses pendinginan.
Dikutip dari Medsos Tahukah Kamu,Hujan terbentuk ketika uap air mengembun menjadi tetesan air di dalam awan. Saat tetesan air membesar dan suhu udara di bawah awan berada di atas 0 derajat Celsius, air akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
Sementara itu, salju terbentuk ketika suhu di dalam awan berada di bawah titik beku sehingga uap air berubah menjadi kristal es. Kristal-kristal tersebut kemudian bergabung membentuk kepingan salju yang turun ke bumi.
Perbedaan utama hujan dan salju terletak pada kondisi suhu udara saat proses pembentukannya. Karena itu, meskipun bentuknya berbeda, keduanya merupakan bagian dari siklus air yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan ketersediaan air di bumi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan suhu sangat menentukan bentuk air yang jatuh ke permukaan bumi. Di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, suhu udara umumnya hangat sehingga hujan lebih sering terjadi dibandingkan salju.
Sebaliknya, di negara-negara yang memiliki empat musim atau berada di wilayah pegunungan bersuhu rendah, salju menjadi fenomena yang umum terjadi pada musim dingin. Lapisan salju bahkan dapat menutupi permukaan tanah, pepohonan, hingga bangunan.
Memahami proses terbentuknya hujan dan salju membantu masyarakat mengenal lebih dekat siklus air dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Edukasi mengenai fenomena alam ini juga dapat meningkatkan kesadaran akan pengaruh cuaca dan perubahan iklim terhadap kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....