Program INOVASI Perkuat Sinergi Pendidikan Dasar di Wilayah Kepulauan

  • 05 Mei 2026 17:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadali Ie membuka Rapat Komite Pengarah Fase 3 Program INOVASI di Hotel Santika Ambon, Selasa (5/5/2026). Pertemuan strategis ini menjadi wadah kolaborasi lintas pemerintah dan mitra pembangunan untuk memperkuat arah kebijakan serta meningkatkan mutu layanan pendidikan dasar.

Forum ini dihadiri oleh 56 peserta yang terdiri dari unsur kementerian, pemerintah daerah, akademisi, hingga perwakilan Pemerintah Australia.Program INOVASI Fase 3 merupakan kemitraan bilateral antara Indonesia dan Australia yang berfokus pada lima pilar utama, yaitu penguatan kurikulum, praktik pembelajaran, kepemimpinan pendidikan, inklusi sosial, serta pendidikan perubahan iklim.

Di Maluku, program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan memperluas jangkauan wilayah mitranya. Setelah dimulai di Maluku Tengah pada 2024, program ini kini telah merambah ke Kabupaten Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, dan Kota Ambon pada tahun 2025.

Dalam arahannya, Sekda Maluku, Sadali Ie, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap keberlanjutan kerja sama ini. Ia mengungkapkan bahwa intervensi program sangat membantu, terutama dalam menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses layanan pendidikan. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan geografis Maluku sebagai daerah kepulauan dalam mendistribusikan kualitas pendidikan yang merata.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Prof. Dr. Toni Toharudin, yang turut hadir dalam forum tersebut menyatakan bahwa kolaborasi adalah kunci utama perubahan. Menurutnya, peningkatan kualitas belajar anak-anak di Maluku tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan butuh komitmen kolektif antara pemerintah, sekolah, dan mitra pembangunan. Hal ini penting untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang setara.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi para kepala daerah mitra untuk berbagi praktik baik yang telah diimplementasikan di wilayah masing-masing. Para peserta mendiskusikan berbagai solusi terkait penguatan literasi dan numerasi serta peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan adanya sinkronisasi perencanaan antara kebijakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar implementasi di lapangan lebih efektif.

Selain membahas teknis pembelajaran, rapat ini juga menyoroti pentingnya pendidikan yang adaptif terhadap konteks lokal Maluku. Program INOVASI terus mendorong pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nyata sekolah dan peserta didik, bukan sekadar teori administratif. Dengan pendekatan ini, diharapkan kurikulum dan metode mengajar yang diterapkan dapat lebih relevan dan mudah diterima oleh siswa di daerah pesisir maupun pegunungan.

Rapat Komite Pengarah ini diakhiri dengan penyusunan sejumlah rekomendasi strategis dan rencana tindak lanjut untuk sisa tahun 2026. Hasil pertemuan ini akan menjadi landasan bagi percepatan mutu layanan pendidikan dasar yang lebih inklusif dan berdaya saing di Maluku. Melalui kemitraan yang solid, Pemerintah Provinsi Maluku optimis dapat melahirkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....