Lulusan UM Maluku Diminta Jadi Agen Perubahan
- 30 Apr 2026 13:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Suasana haru dan bangga menyelimuti Aula LLDIKTI Wilayah XII Ambon saat Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) menggelar wisuda sarjana angkatan pertama, Kamis, 30 April 2026. Namun lebih dari sekadar seremoni akademik, momentum ini menjadi titik tolak bagi 49 wisudawan untuk memasuki realitas baru: dunia yang menuntut inovasi, adaptasi, dan keberanian menciptakan solusi.
Para lulusan tidak hanya membawa gelar, tetapi juga harapan besar untuk menjawab tantangan khas Maluku sebagai daerah kepulauan dengan potensi sumber daya alam melimpah, namun masih dihadapkan pada persoalan pengangguran dan ketimpangan ekonomi.
Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si, menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya siap kerja, tetapi harus mampu menciptakan peluang.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi jadilah pencipta solusi bagi masyarakat. Dunia berubah sangat cepat, sehingga dibutuhkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia agar mampu bersaing secara nasional maupun global, sekaligus menjawab kebutuhan lokal yang strategis.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi jadilah pencipta solusi bagi masyarakat. Dunia berubah sangat cepat, sehingga dibutuhkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia agar mampu bersaing secara nasional maupun global, sekaligus menjawab kebutuhan lokal yang strategis.
Perspektif serupa juga ditegaskan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang melihat para wisudawan sebagai bagian penting dari transformasi daerah. Ia mengingatkan bahwa Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, namun belum sepenuhnya dikelola untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita kaya, tapi masih menghadapi kemiskinan dan pengangguran. Di sinilah peran para sarjana dibutuhkan untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Gubernur.
Ia bahkan membuka cakrawala peluang nyata melalui proyek strategis seperti pengembangan Blok Masela yang diproyeksikan menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja, serta pembangunan industri hilirisasi kelautan dan perkebunan.
Sementara itu, dari sisi internal kampus, Rektor UM Maluku Prof. Faris Al Fadhat, M.A., Ph.D menegaskan bahwa para wisudawan adalah “tunas-tunas bangsa” yang akan menghadapi berbagai tantangan ke depan, namun memiliki bekal ilmu dan keyakinan untuk terus maju.
“Wisuda ini adalah langkah awal. Kalian akan hadir di tengah masyarakat, bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk memajukan peradaban,” tegasnya.
Wisuda perdana ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan UM Maluku sebagai kampus muda yang baru berdiri sejak 2020, namun telah mampu melahirkan lulusan di bidang-bidang strategis bagi masa depan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....