Air di Bumi Tak Pernah Habis, Benarkah?

  • 21 Apr 2026 19:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Air merupakan salah satu sumber daya paling penting bagi kehidupan di Bumi. Meski digunakan setiap hari oleh manusia, hewan, dan tumbuhan, jumlah air di Bumi tampak tidak pernah habis. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses alam yang terus berlangsung selama jutaan tahun.

Dikutip dari internet, para ilmuwan menjelaskan bahwa air di Bumi terus berputar melalui suatu proses yang disebut Siklus Air. Dalam siklus ini, air dari laut, sungai, dan danau menguap akibat panas matahari, kemudian berubah menjadi uap air dan naik ke atmosfer. Setelah itu, uap air mengalami pendinginan dan membentuk awan.

Ketika awan sudah jenuh, air akan turun kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan. Proses ini dikenal sebagai Presipitasi. Air hujan kemudian mengalir ke sungai, meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, atau kembali ke laut, sehingga siklus terus berulang tanpa henti.

Selain itu, keberadaan hutan dan tumbuhan juga membantu menjaga keseimbangan air melalui proses transpirasi, yaitu pelepasan uap air dari daun ke udara. Hal ini turut memperkuat siklus air dan menjaga ketersediaan air di berbagai wilayah.

Namun demikian, para ahli mengingatkan bahwa meskipun air tidak habis secara jumlah global, kualitas dan ketersediaannya bisa menurun akibat pencemaran, perubahan iklim, dan penggunaan berlebihan. Oleh karena itu, manusia tetap perlu menjaga dan menggunakan air secara bijak.

Kesimpulannya, air di Bumi tidak pernah habis karena terus berputar dalam siklus alami yang disebut siklus air. Proses ini memastikan bahwa air selalu diperbarui, meskipun bentuk dan lokasinya terus berubah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....