Komunitas Kawan Berpikir Bangun Budaya Literasi Anak Desa di Maluku
- 21 Apr 2026 10:23 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Upaya membangun budaya literasi dan kepedulian sosial terus digaungkan oleh Komunitas Kawan Berpikir, yang digagas oleh tiga anak muda, Alfonso, Ajhaz, dan Marcel sejak tahun 2019. Komunitas ini hadir sebagai wadah gerakan pendidikan berbasis kerelawanan, dengan fokus utama pada peningkatan literasi anak-anak di wilayah pedesaan Maluku.
Komunitas Kawan Berpikir merupakan gabungan mahasiswa, baik yang masih aktif maupun yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mayoritas anggotanya berasal dari desa-desa di Maluku, seperti Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara. Mereka mengusung motto, “Sejati Pendidikan Adalah Nafas Hidup Anak Desa”, sebagai semangat dalam setiap kegiatan yang dijalankan. Hal ini diungkapkan mereka belum lama ini ketika diundang RRI pro 1 Ambon dalam program acara Obrolan Komunitas pada 15 April 2026.
Lahir dari keresahan terhadap kondisi pendidikan di daerah, komunitas ini melihat masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga minimnya sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Maluku berada di peringkat ke-31 dari seluruh provinsi di Indonesia dalam indikator pendidikan, yang menjadi salah satu dorongan kuat bagi komunitas ini untuk bergerak.
Berangkat dari latar belakang tersebut, para anggota Komunitas Kawan Berpikir sepakat untuk berkontribusi nyata. Mereka percaya bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif di desa-desa.
Salah satu aksi nyata mereka adalah kunjungan ke Desa Niniari di Pulau Seram. Dalam kegiatan tersebut, komunitas ini menyalurkan bantuan buku serta mengadakan pembelajaran bagi anak-anak setempat. Meski hanya berlangsung beberapa hari karena keterbatasan waktu di tengah kesibukan kuliah, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Tak hanya turun langsung ke lapangan, Komunitas Kawan Berpikir yang beranggotakan lebih dari 40 orang ini juga terus membekali diri dengan meningkatkan kapasitas dan pengetahuan anggotanya. Hal ini dilakukan agar mereka dapat memberikan pembelajaran yang lebih berkualitas kepada anak-anak di desa-desa yang mereka kunjungi.
Ke depan, komunitas ini berharap dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan mengajak lebih banyak anak muda untuk turut berkontribusi dalam membangun pendidikan di Maluku. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, mereka yakin perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar bagi masa depan generasi muda di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....