Rektor Unpatti Dorong Pembangunan Sekolah Laboratorium Terintegrasi di Maluku

  • 14 Apr 2026 07:53 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Rektor Universitas Pattimura Prof. Fredy Leiwakabessy menyatakan komitmen penuh untuk mengembangkan sekolah laboratorium terintegrasi dari jenjang PAUD hingga SMA. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan untuk meninjau langsung lokasi pembangunan sekaligus mengamati proses pembelajaran siswa di sekolah laboratorium Unpatti.

Rektor mengatakan pengembangan sekolah laboratorium Unpatti merupakan program strategis nasional yang berdampak besar pada kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan. Ia menjelaskan bahwa rintisan sekolah laboratorium di lingkungan Unpatti telah berjalan sejak 2021 dengan prestasi yang membanggakan.

Saat ini, jenjang SMP dan SMA laboratorium Unpatti bahkan telah berhasil meraih akreditasi A dengan sistem kurikulum berbasis riset. Siswa di sana mendapatkan keunggulan berupa akses langsung ke fasilitas laboratorium kampus untuk mendukung kualitas pembelajaran yang kompetitif.

Meski demikian, Ia mengakui tantangan utama saat ini adalah keterbatasan sarana karena masih menggunakan gedung lama yang dialihfungsikan. Diharapkan pemerintah pusat memberikan dukungan agar kawasan pendidikan ini memiliki fasilitas yang lebih representatif dan produktif.

“Kita masih menggunakan gedung eks lembaga yang disesuaikan menjadi kompleks pendidikan. Ke depan, kita membutuhkan fasilitas yang lebih representatif,” ucap Leiwakabessy.

Sementara itu, Direktorat SMA Kemendikdasmen, Amalia, menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi ketat untuk pembangunan Unit Sekolah Baru. Unpatti menjadi salah satu kandidat dari usulan berbagai daerah di Indonesia yang memperebutkan alokasi 34 sekolah baru tahun ini.

Amalia menekankan pentingnya kepastian status lahan melalui mekanisme hibah guna menghindari sengketa hukum di masa mendatang. Tim kementerian juga akan menilai proyeksi jumlah siswa serta potensi kontribusi sekolah terhadap mutu pendidikan daerah dalam lima tahun ke depan.

“Status lahan harus jelas untuk menghindari potensi sengketa di masa depan, terutama jika terjadi pergantian kepemimpinan,” ujarnya menjelaskan.

Ditambahkan , pembangunan SMA Lab School ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan berkelanjutan dari dasar hingga perguruan tinggi. Hasil verifikasi lapangan ini nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan kementerian sebagai dasar pengambilan keputusan final.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....