LPPM Unpatti Dorong Penguatan Pengelolaan Jurnal dan PublikasiIlmiah

  • 30 Nov 2025 08:28 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura (Unpatti) Dr. Estevanus K. Huliselan mengatakan saat ini Unpatti mengelola 118 jurnal, dengan 62 jurnal telah terindeks Science and Technology Index (SINTA), satu di antaranya mencapai peringkat SINTA 2, serta satu jurnal Barekeng dari Fakultas Sains dan Teknologi telah terindeks Scopus Q4. Sementara itu, sebanyak 11 jurnal telah lolos desk evaluasi, 24 jurnal sedang dalam proses pengusulan akreditasi pada periode Oktober, dan 18 jurnal bersiap untuk akreditasi.

Sebagai langkah strategis, LPPM menetapkan kebijakan moratorium pembukaan jurnal baru hingga seluruh jurnal yang ada minimal terindeks SINTA. Kebijakan ini diambil agar sumber daya dan pendampingan dapat difokuskan untuk peningkatan kualitas jurnal yang sudah berjalan. LPPM menargetkan seluruh jurnal Unpatti dapat terindeks SINTA pada tahun 2026.

Untuk mendukung peningkatan kualitas, Pusat Jurnal dan Penerbitan Ilmiah menjalankan program pendampingan, sosialisasi, dan coaching clinic bagi pengelola jurnal. Pendampingan dilakukan sepanjang tahun melalui tatap muka maupun daring dengan melibatkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi maju di Indonesia.

Selain penguatan jurnal, LPPM juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas dosen dalam penulisan artikel ilmiah.

"Dosen-dosen Unpatti mendapatkan pelatihan penulisan artikel internasional bereputasi dengan menghadirkan narasumber berpengalaman dari luar kampus serta dosen Unpatti yang memiliki rekam jejak publikasi tinggi serta merupakan agenda rutin tahunan LPPM," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Jurnal dan Publikasi Ilmiah drg. Christiana R. Titaley menyampaikan seluruh kebijakan yang dijalankan pusat berfokus pada peningkatan kualitas publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa tujuan utama pusat adalah memastikan hasil-hasil penelitian dosen Unpatti dapat terdiseminasi secara optimal, berdampak, dan memperoleh pengakuan melalui publikasi pada jurnal bereputasi.

Menurutnya, diseminasi penelitian melalui jurnal internasional bereputasi penting karena memberikan eksposur lebih luas, readership yang lebih besar, dan potensi sitasi yang lebih tinggi.

“Ketika publikasi bisa masuk ke jurnal internasional, dampaknya jauh lebih besar. Sitasi meningkat, reputasi akademik bertambah, dan hasil penelitian dapat dipakai oleh peneliti dari berbagai negara,” jelasnya.

Saat ini Universitas Pattimura mengelola 118 jurnal ilmiah, dengan 62 jurnal telah terakreditasi SINTA, termasuk satu jurnal yang telah terindeks Scopus (quartile 4). Dirinya menyampaikan bahwa keberhasilan Jurnal Barekeng masuk Scopus menjadi pemantik bagi jurnal-jurnal lain untuk berproses menuju indeksasi internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....