Mendikdasmen Ajak Universitas Muhammadiyah Maluku Hindari Konflik dan Korupsi

  • 27 Okt 2025 17:28 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu'ti, M.Ed., mengunjungi Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) pada Jumat (24/10/25). Kunjungan ini disambut langsung oleh Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., Wakil Rektor I Dr. Andi Thamrin, S.P., M.Si., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Dr. Muh. Taib Hansouw, M.Ag., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Maluku Dr. Djalaludin Salampessy, S.Pi., M.Si., dan jajarannya.

Kunjungan ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi baik bersama civitas academica UM Maluku maupun warga Muhammadiyah yang ikut hadir. Dalam pertemuan tersebut, Prof Abdul Mu’ti menyampaikan pesan pentingnya untuk menghindari atau meniadakan 3K, yakni Konflik, Korupsi, dan Kekuasaan.

Mendikdasmen menekankan bahwa menghindari konflik internal, korupsi, dan perebutan kekuasaan yang tidak sehat adalah hal krusial untuk kemajuan dan menjaga kepercayaan UM Maluku ke depannya.

”Mari kita bangun kekompakkan, kita hindari konflik, kita hindari hal-hal yang kontraproduktif, sehingga kita bisa menjadi satu kesatuan,” kata Prof Mu’ti.

Selanjutnya, ia juga tegaskan bahwa untuk melakukan sebuah perubahan besar, institusi perlu menghilangkan hal-hal negatif yang menghambat progres.

”Hindari korupsi, sikap kolot, jumut, miopik, neormaden itu kita hilangkan, mari kita berfikir maju, karena Muhammadiyah itu gerakan tajdid (pembaruan),” ucapnya.

Prof. Mu'ti juga memberi masukan spesifik bagi UM Maluku yang beroperasi sebagai minoritas di Maluku, agar menggunakan strategi militansi dan merangkul. ”Carilah kesamaan, jangan cari banyak perbedaaan,” katanya.

Pesan Mendikdasmen ini disambut hangat oleh seluruh hadirin, karena bertepatan dengan semangat Muhammadiyah untuk terus melakukan pembaruan. Penekanan pada penghapusan sikap kolot, jumut, dan miopik diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan di UM Maluku untuk mengembangkan kurikulum yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan regional, khususnya dalam mengangkat potensi Maluku.

Kunjungan Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menguatkan komitmen UM Maluku untuk menjunjung tinggi integritas dan memiliki visi jangka panjang yang bebas dari ancaman internal yang bersifat kontraproduktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....