UIN Sangadji Ambon Seminar Internasional Bertajuk “Maluku-Heritage
- 16 Sep 2025 10:16 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon menggelar seminar internasional bertajuk “Maluku & Heritage: Tanah, Laut, dan Warisan” pada Senin (10/09/2025). Seminar ini membahas pluralitas lanskap sosial-ekologi serta representasi budaya Maluku dalam kaitannya dengan warisan leluhur.
Sebagai salah satu narasumber, akademisi UIN A.M. Sangadji, Dr. Abd. Manaf Tubaka menegaskan bahwa tanah, laut, dan bahasa daerah merupakan satu kesatuan yang membentuk identitas masyarakat Maluku.
“Tanah, laut, dan bahasa adalah ekosistem yang saling terkait. Laut menjadi sarana kehidupan, tanah tempat tumbuh kembang masyarakat, sementara bahasa menjadi identitas yang mentransformasikan pengetahuan dari generasi ke generasi,” katanya.
Ia mencontohkan istilah lokal seperti sasi yang mengandung nilai penting dalam menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, pemahaman terhadap bahasa daerah berarti memahami kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.
“Kalau tidak memahami ruh dari kata sasi laut, maka makna menjaga alam akan hilang,” ujarnya.
Terkait tantangan, Tubaka menilai bahwa kapitalisasi sumber daya serta pertumbuhan penduduk memberi tekanan pada tanah dan laut Maluku. Karena itu, tata ruang yang bijak serta prinsip demokrasi yang kuat diperlukan agar masyarakat tidak tersisih dari ruang hidupnya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan negara untuk menjembatani upaya pelestarian warisan tersebut.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta seminar, Muhamad Aidin Umanitu, menyatakan bahwa isu warisan budaya dan bahasa daerah menjadi perhatian penting.
“Kalau kita lihat sekarang, banyak bahasa dan logat kampung mulai menghilang karena hibridisasi budaya. Padahal bahasa itu adalah warisan yang sangat penting. Pemuda harus jadi tombak untuk menjaga adat dan warisan leluhur,” ujarnya.
Aidin berharap generasi muda Maluku mampu menumbuhkan paradigma berpikir yang kritis agar tidak larut dalam arus globalisasi. Menurutnya, menjaga adat-istiadat adalah bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
Seminar ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk terus merawat tanah, laut, dan bahasa daerah sebagai warisan berharga yang menjadi identitas Maluku.
(Penulis: Nadia Mora, Mahasiswa Magang UIN A.M Sangadji Ambon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....