Mahasiswa Baru UKIM Ikut Pengenalan Kehidupan Kampus

  • 30 Agt 2025 09:37 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Sebanyak 1. 055 calon mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

PKKMB merupakan sebuah kegiatan wajib di perguruan tinggi yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, memahami nilai-nilai akademik dan non-akademik, serta menanamkan wawasan kebangsaan dan kesadaran sebagai mahasiswa.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, pemerintah kota terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dikota Ambon.

"Selama ini sudah jalan sebenarnya, banyak ruang yang kita buka untuk memastikan bahwa peran dunia perguruan tinggi itu ada di seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di Kota Ambon,"kata Wattimena saat hadiri acara PKKMB UKIM.

Sementara itu, Rektor UKIM Henky Hetaria menjelaskan, jumlah yang mengikuti PKKMB saat ini belum terhitung dengan beberapa mahasiswa baru yang tidak berkesempatan mengikuti PKKMB di hari ini.

"Yang ikut sebanyak 1.055 Maba, itupun belum semua dari mahasiswa baru, karena dari hasil test terdapat sebanyak 1.100 orang, karena hasil tes gelombang ke 3 itu hari Jum'at, sementara PKKMB ini di hari Selasa, sehingga ada yang sudah dinyatakan lulus di gelombang ke 3 namun belum sempat ikut dalam PKKMB ini,"jelasnya.

Diakuinya, saat ini UKIM memiliki sekitar 6.000 mahasiswa, dan target Maba setiap tahun adalah sebanyak 1.100 hingga 1.200 orang.

"Ini tanggung jawab kita sebagai perguruan tinggi yang di percayakan oleh pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk melaksanakan misi pendidikan,"jelasnya.

Menurutnya, sebagai universitas, harus dapat pastikan bahwa kurikulum- kurikulum yang diterapkan di UKIM, dapat menghasilkan sarjana yang berdampak bagi bangsa dan negara.

"Kurikulum tetap kita update setiap waktu, kita revisi supaya mahasiswa ini bukan cuman saja sarjana yang kuasai teori tapi bisa berdampak bagi bangsa dan negara, terutama Kota Ambon dan provinsi Maluku,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....