Refleksi Anak Muda di Hari Media Sosial 10 Juni
- 09 Jun 2025 21:11 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Memperingati Hari Media Sosial Indonesia setiap tanggal 10 Juni, Pemerintah dan komunitas digital mendorong generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang positif di dunia maya. Di era digital yang serba cepat ini, peran anak muda sebagai pengguna media sosial terbesar di Indonesia sangatlah penting dalam membentuk ruang digital yang sehat dan bermanfaat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid yang dikutip dari laman Diskominfo mengatakan bahwa, anak muda adalah garda terdepan dalam menjaga etika bermedia sosial.
“Anak muda harus menjadi contoh dalam menyebarkan informasi yang benar, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Rani Octavia (19), mahasiswi Unpatti Ambon mengungkapkan bahwa ia menggunakan media sosial untuk berbagi konten edukatif dan inspiratif seputar kesehatan mental. “Media sosial jangan cuma dipakai buat hiburan. Kita bisa pakai untuk saling menguatkan dan menyebarkan hal-hal baik,” katanya kepada RRI.
Senada dengan itu, Romy Tuasikal (24) seorang konten kreator di Ambon, memanfaatkan TikTok dan Instagram untuk mengedukasi pengikutnya soal literasi keuangan. Ia percaya media sosial bisa menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. “Kita bisa viral bukan Cuma karena joget, tapi juga karena konten yang bikin orang lebih cerdas,” ucapnya.
Sementara itu, Sosiolog dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Maulana menilai, anak muda Indonesia semakin sadar akan tanggung jawab digital mereka. “Kesadaran ini penting karena mereka bukan hanya konsumen, tapi juga produsen konten. Apa yang mereka unggah bisa membentuk opini publik,” jelasnya.
Dr. Hendra mengatakan, data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen pengguna media sosial di Indonesia adalah generasi muda berusia 15-35 tahun. Dengan dominasi ini, mereka memegang peran penting dalam memengaruhi tren dan budaya bermedia sosial di tanah air.
Hari Media Sosial Indonesia menjadi pengingat bahwa teknologi sebaik apapun tetap bergantung pada cara kita menggunakannya. Dengan dukungan anak muda yang aktif, kreatif dan bijak, media sosial bisa menjadi ruang yang inklusif, edukatif, dan penuh inspirasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....