Saatnya Inklusif, Kawula Muda Bicara Aksesibilitas Digital

  • 15 Mei 2025 07:17 WIB
  •  Ambon

KBRN,Ambon: Peringatan Hari Kesadaran Aksesibilitas Global atau Global Accessibility Day (GAAD) yang jatuh pada Kamis (15/5), menjadi panggung penting bagi berbagai kalangan untuk menyuarakan pentingnya aksesibilitas digital.

Tak hanya pemerintah dan organisasi yang menangani penyandang disabilitas, suara generasi muda turut menggaungkan pentingnya ruang digital yang inklusif bagi semua.

Frida, 21 tahun, mahasiswa jurusan Teknik Informatika, kepada RRI mengakui kesadaran akan pentingnya aksesibilitas digital masih rendah di kalangan pengembang aplikasi muda.

“Banyak teman saya bikin aplikasi tapi tidak pernah berpikir, bgaimana kalau pengguna itu tunanetra atau kesulitan menggunakan mouse, padahal teknologi itu harusnya bisa jadi jembatan bukan penghalang,” ungkap Frida.

Dia pun menyarankan agar pendidikan tentang desain inklusif perlu dimasukkan dalam kurikulum teknologi di kampus.

“Kalau kita ingin Indonesia jadi negara digital yang adil, maka pengembang mudanya harus dibekali pengetahuan soal aksesibilitas sejak awal,” jelas Frida.

Peringatan GAAD yang dimulai sejak 2012, bertujuan meningkatkan pemahaman global bahwa aksesibilitas bukan hanya soal fasilitas fisik, melainkan juga hak digital.

Data WHO menyebutkan, lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan disabilitas, dan mayoritas masih mengalami hambatan dalam mengakses teknologi dan layanan daring.

Melalui semangat dan partisipasi generasi muda, Hari Kesadaran Aksesibilitas Global 2025 diharapkan menjadi momentum perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....