Generasi Muda Maluku Dihadapkan pada Tantangan Melestarikan Bahasa Daerah
- 04 Mei 2025 19:33 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Di tengah arus globalisasi yang kian deras, generasi muda Maluku menghadapi tantangan besar dalam hal melestarikan bahasa daerah yang dari hari ke hari semakin sedikit yang menggunakannya.
Hal itu diungkapkan Kanidya Christandira Tuhumury, Duta Bahasa Provinsi Maluku tahun 2023, dalam Acara Sore Ceria Berjaringan Korwil Nusantara III, dengan Topik Generasi Muda Yang Berprestasi dengan Teknologi dan Inovasi pada 28 April 2025.
Menurut Kanidya, tantangan terbesar adalah minimnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja dan anak muda. “Bahasa daerah mulai kehilangan tempat di rumah dan lingkungan sosial. Anak-anak lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing seperti Inggris, terutama di media sosial dan ruang-ruang digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi dan persepsi bahwa bahasa daerah kurang prestisius turut mempercepat proses pergeseran bahasa. “Banyak anak muda yang merasa bahasa daerah itu ketinggalan zaman. Padahal, bahasa adalah identitas budaya yang harus dirawat,” kata Kanidya.
Sebagai Duta Bahasa, Kanidya aktif mengajak pemuda Maluku untuk lebih bangga menggunakan bahasa daerah, baik melalui kampanye di media sosial, kegiatan literasi, maupun kolaborasi dengan komunitas budaya. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian bahasa sejak dini.
“Kalau bukan kita yang muda, siapa lagi yang akan menjaga warisan ini? Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tapi juga jembatan menuju pelestarian nilai-nilai lokal dan kearifan nenek moyang,” tutup Kanidya dengan penuh semangat.
Dengan kesadaran dan gerakan bersama, harapannya bahasa-bahasa daerah di Maluku dapat terus hidup dan berkembang di tengah modernitas zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....