Taruna SMK Muhammadiyah Masohi Dijamin Lebih Unggul & Terampil

  • 26 Feb 2025 19:26 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Bagi Muhammad Patty, Kepala SMK Muhammadiyah Masohi, melepas taruna untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah momen di mana mimpi dan harapan para taruna mulai diuji di dunia nyata.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan yang terampil, tetapi juga manusia yang tangguh dan berkarakter,” ujarnya dengan penuh semangat.

SMK Muhammadiyah Masohi, dengan semboyan ALA NUSA JAYA (Gerakan Menjaga Kejayaan Sebuah Pulau), memiliki dua program unggulan: Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) dan Asisten Keperawatan (Askep). Kedua program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Masohi dan sekitarnya, terutama di sektor kelautan dan kesehatan.

Bagi taruna NKPI, PKL di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon adalah kesempatan untuk mengasah naluri dan keterampilan mereka dalam menangkap ikan. “Mereka akan belajar merencanakan pelayaran, mengelola hasil tangkap, hingga berdagang ikan secara lokal maupun antar daerah,” jelas Patty. Sementara itu, taruna Askep menjalani PKL di RSUD Masohi, di mana mereka akan belajar merawat pasien, mendampingi perawat, dan memahami asuhan keperawatan.

Namun, di balik semua keterampilan teknis, Patty menekankan pentingnya pembekalan mental dan emosional. Sebelum diberangkatkan, taruna mengikuti sesi dialog batin untuk membongkar prasangka dan memahami pentingnya disiplin serta ketangguhan. “Kami ingin mereka siap menghadapi segala tantangan, baik di laut maupun di rumah sakit,” ujarnya.

Salah satu taruna NKPI, Dinda (17), mengaku setelah mengikuti pembekalan ada kekuatan tersendiri. “Setelah mengikuti pembekalan, saya merasakan ada kekuatan mental yang terbentuk , dan sangat bersyukur dan bangga kepada tim instruktur dan kepala sekolah yang mendorong untuk memberikan yang terbaik".

Patty juga membagikan rencana inspiratif untuk taruna Askep ke depan. “Kami ingin mereka tidak hanya bekerja di rumah sakit, tetapi juga siap menjadi perawat matra laut. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk Maluku dan Indonesia,” tuturnya.

Kisah taruna SMK Muhammadiyah Masohi ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang membangun karakter dan semangat pengabdian. Mereka adalah generasi muda yang siap mengarungi lautan dan merawat sesama, membawa harapan baru bagi masa depan Maluku dan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....