Gerhana Matahari Total di Langit Spanyol, Korona Matahari Tampil Memukau Mata
- 13 Agt 2026 20:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Langit Spanyol menjadi saksi salah satu fenomena astronomi paling spektakuler tahun ini. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari hingga menutupi seluruh piringan Matahari dalam peristiwa gerhana Matahari total.
Salah satu lokasi yang berada di jalur totalitas adalah San Millán de los Caballeros, sebuah desa kecil di Provinsi León, Spanyol. Di wilayah ini, puncak gerhana total berlangsung sekitar pukul 20.28.55 waktu setempat. Fase totalitas berlangsung sekitar 1 menit 40 detik, ketika cakram Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan.
Peristiwa tersebut membuat suasana siang menjelang malam berubah secara drastis. Cahaya Matahari meredup dan langit berubah seperti senja dalam waktu singkat. Fenomena serupa juga disaksikan masyarakat di berbagai wilayah Spanyol yang berada di sepanjang jalur totalitas.
Korona Matahari Muncul Saat Totalitas
Salah satu bagian paling menakjubkan dari gerhana Matahari total adalah munculnya korona Matahari. Korona merupakan lapisan atmosfer terluar Matahari yang sangat redup sehingga biasanya tidak dapat dilihat dengan mata dari Bumi karena kalah terang dibandingkan permukaan Matahari.
Ketika Bulan menutup piringan Matahari sepenuhnya, korona terlihat sebagai cahaya putih keperakan yang menyebar mengelilingi siluet gelap Bulan. NASA menjelaskan bahwa gerhana total memberikan kesempatan untuk mengamati korona yang biasanya tertutup oleh cahaya terang dari piringan Matahari.
Dalam foto-foto gerhana, bagian terang di sekitar Bulan dapat tampak memiliki warna berbeda bergantung pada kamera, filter, pengolahan gambar, dan kondisi atmosfer. Karena itu, korona yang terlihat keemasan atau kekuningan dalam sebuah foto tidak selalu menggambarkan warna visual aslinya secara persis.
Ada Semburan Plasma Berwarna Merah Muda
Selain korona, fenomena lain yang dapat terlihat ketika totalitas berlangsung adalah prominensa Matahari. Struktur ini dapat tampak sebagai tonjolan atau semburan berwarna merah hingga merah muda di tepi Matahari yang tertutup Bulan.
Prominensa merupakan struktur plasma yang mengikuti medan magnet Matahari. Karena piringan Matahari tertutup selama totalitas, struktur di tepi Matahari yang biasanya sulit diamati menjadi jauh lebih mudah terlihat dalam dokumentasi gerhana.
Secara ukuran sebenarnya, Matahari jauh lebih besar daripada Bulan. Diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter Bulan. Namun, Matahari juga berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan jarak Bulan.
Perbandingan ukuran dan jarak tersebut membuat keduanya tampak hampir sama besar jika dilihat dari Bumi. Inilah salah satu kebetulan geometris yang memungkinkan Bulan menutupi piringan Matahari dalam gerhana total. Saat Bulan berada tepat di depan Matahari dan pengamat berada di dalam bayangan inti Bulan atau umbra, seluruh piringan Matahari dapat tertutup. Hanya atmosfer terluarnya yang terlihat.
San Millán de los Caballeros Berada di Jalur Totalitas
Data astronomi untuk San Millán de los Caballeros menunjukkan gerhana total mencapai puncak sekitar 20.28.55 waktu setempat, dengan durasi totalitas sekitar 100 detik atau 1 menit 40 detik. Pada saat maksimum, ketinggian Matahari hanya sekitar 9,6 derajat di atas horizon dengan arah sekitar 281 derajat.
Kondisi tersebut membuat posisi pengamatan menjadi penting. Pengamat membutuhkan pandangan terbuka ke arah barat agar tidak terhalang bangunan, pepohonan atau kontur tanah.
Gerhana Menyapu Sejumlah Wilayah
Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 tidak hanya terjadi di Spanyol. Jalur totalitas fenomena ini melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara, termasuk Greenland, Islandia, sebagian wilayah Rusia dan Spanyol. Di wilayah lain yang berada di luar jalur totalitas, masyarakat tetap dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian.
Di Spanyol, fenomena tersebut menarik perhatian besar. Jutaan orang berkumpul di berbagai lokasi untuk menyaksikan perubahan langit ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari. Reuters melaporkan bahwa hingga sekitar enam juta pengunjung diperkirakan datang ke sejumlah lokasi pengamatan di Spanyol, sementara pemerintah mengerahkan sumber daya besar untuk menangani arus pengunjung dan menjaga keselamatan selama peristiwa tersebut.
Gerhana total ini juga menjadi momen penting bagi penggemar astronomi dan fotografer karena memberikan kesempatan langka untuk mengabadikan korona, prominensa, serta berbagai fenomena yang hanya dapat terlihat dengan jelas ketika Matahari memasuki fase totalitas.
Fenomena Langka yang Mengingatkan Posisi Bumi di Alam Semesta
Gerhana Matahari total bukan hanya pertunjukan langit. Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana posisi, ukuran dan pergerakan tiga benda langit—Bumi, Bulan dan Matahari—dapat menghasilkan peristiwa yang sangat presisi.
Ketika Bulan menutupi Matahari, cahaya siang dapat berubah menjadi suasana seperti malam dalam waktu singkat. Di jalur totalitas, pengamat juga dapat melihat korona Matahari yang biasanya tersembunyi dari pandangan.
Peristiwa 12 Agustus 2026 pun menjadi salah satu pengingat bahwa fenomena astronomi yang tampak sederhana dari Bumi sebenarnya merupakan hasil dari hubungan geometris yang luar biasa antara Bumi, Bulan dan Matahari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....