Banda Neira Didorong Jadi Destinasi Maritim Dunia
- 08 Agt 2026 10:25 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Banda Naira – Pelayaran internasional Darwin–Banda Yacht Race 2026 berakhir di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Setelah menempuh perjalanan dari Darwin, Australia, para pelayar menutup rangkaian kegiatan dengan Trophy Presentation dan Closing Ceremony di Banda Neira, Jumat (7/8/2026).
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir secara resmi menutup kegiatan tersebut sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para peserta dan pemenang. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayar yang telah menyelesaikan perjalanan dengan menjunjung sportivitas, persahabatan, dan semangat kebersamaan.
Menurut Zulkarnain, Darwin–Banda Yacht Race tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi pelayaran, tetapi juga membuka ruang interaksi dan hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Australia. Kehadiran para pelayar dari berbagai negara dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Banda Neira melalui kekayaan sejarah, budaya, dan potensi baharinya.
“Kehadiran para pelayar dari berbagai negara tidak hanya menjadi bagian dari sebuah kompetisi pelayaran, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperkenalkan Banda kepada dunia sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan pesona bahari,” ujar Zulkarnain.
Ia mengatakan, penyelenggaraan Darwin–Banda Yacht Race dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Kepulauan Banda sebagai destinasi wisata yang memiliki perpaduan antara sejarah, budaya, alam, dan warisan rempah. Karena itu, keberlanjutan kegiatan serupa dinilai dapat memberikan ruang bagi Banda untuk semakin dikenal di tingkat internasional.
“Kami berharap keindahan alam, kekayaan budaya, dan jejak sejarah Banda Neira menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta. Semoga kenangan tersebut menjadi alasan untuk kembali berlayar dan berkunjung ke Banda, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal Pulau Rempah yang mendunia,” kata Zulkarnain.
Ketua Ambon Sailing Community (ASC) Nico Tulalessy mengatakan Darwin–Banda Yacht Race memiliki makna lebih luas daripada kompetisi di laut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan persahabatan antara masyarakat Darwin, Australia, dan masyarakat Kepulauan Banda. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, unsur TNI AL, panitia, serta masyarakat Banda yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Darwin–Banda Yacht Race 2026 diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda internasional yang memperkuat konektivitas maritim antara Australia dan Kepulauan Banda,” ujar Nico.
Nico menilai sambutan masyarakat Banda terhadap para peserta menjadi bagian penting dari keseluruhan pengalaman pelayaran tersebut. Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah, komunitas pelayaran, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat agar Darwin–Banda Yacht Race berkembang sebagai agenda berkelanjutan sekaligus mendukung promosi pariwisata dan penguatan posisi Banda sebagai salah satu destinasi maritim yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Jalur Rempah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....