Pertemuan Global Kota Musik UNESCO Dilaksanakan Secara Hybrid di Korea Selatan

  • 15 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pertemuan kota-kota kreatif berbasis musik UNESCO dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 14 April 2026, di Seoul, Korea Selatan melahirkan beberapa konsep dan pola pikir yang nantinya dapat dibawa ke pertemuan tahunan dan pertemuan sub-meeting kluster musik UNESCO.

Direktur AMO sekaligus Focal Point Ambon UNESCO City of Music dan Regional Ambassador Asia Pasifik UNESCO Cities of Music, Ronny Loppies, yang hadir pada acara tersebut mewakili kota-kota kreatif di Kawasan Asia Pasifik. Dalam kesempatan itu, Loppies memaparkan sejumlah konsep dan pola pikir sebagai berikut:

  1. Memperkuat kerja sama dan partisipasi regional berbasis event-event besar seperti Daegu Global Forum, Amboina International Music Festival, dan lain-lain. Amboina International Music Festival di Ambon City of Music tahun 2024-2025, memberikan dampak kepada kepedulian kota-kota kreatif se-Asia Pasifik untuk mengelaborasi musik dengan lingkungan dalam aktivitas kota dan budaya bermusiknya. Daegu Global Forum 2022-2025 yang luar biasa telah memberi dampak kuat bagi kota-kota di Asia Pasifik terkait Jalur Pertukaran Global: Menghubungkan Daegu dengan Dunia; Inisiatif Pendidikan & Program-Program Unggulan.
  2. Komitmen untuk fokus pada Deklarasi Mondiacult 2022/2025, khususnya pada budaya untuk perdamaian. Mengingat situasi global saat ini, kota-kota kreatif, terutama di Asia Pasifik, seharusnya selalu membahas pentingnya hubungan antara budaya dan perdamaian. Komitmen untuk mengimplementasikan Deklarasi Mondiacult sangat krusial untuk memengaruhi perspektif kota dalam membahas pembangunan berkelanjutan dengan budaya sebagai instrumen perdamaian.
  3. Respons kota-kota jejaring terhadap pengumuman Decade of Culture dari Sekretariat UCCN dan pembaruan mengenai konferensi tahunan serta pertemuan tahunan pada kluster musik. Disadari untuk beberapa kota seperti Ambon City of Music, anggaran sangat terbatas untuk menghadiri pertemuan tahunan ataupun pertemuan kluster, karena berhubungan dengan efisiensi anggaran negara.
  4. Legitimasi focal point dari UCCN. Pembahasan ini karena legitimasi tertulis dari UNESCO sangat krusial. Ini penting untuk melegitimasi posisi focal point UCCN dalam berbagai perannya di kota. Banyak penunjukan focal point dilakukan atas nama UCCN, meskipun tidak semua kota memiliki isu yang sama. Namun perlu legitimasi yang kuat untuk penunjukkan tersebut.
  5. Mendukung pembuatan media UNESCO Cities of Music untuk mengakomodir berita-berita terkini dari seputaran kota-kota kreatif dunia dan mempromosikan budaya musik ke berbagai belahan dunia.

Pertemuan yang diikuti oleh berbagai focal point dari kota-kota musik UNESCO ini memberikan respon yang positif, untuk menjadikan kota-kota kreatif musik menjadi kota yang berkelanjutan dan peduli terhadap budaya musik sebagai pendorong mengatasi masalah-masalah urban perkotaan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....