Lestarikan Budaya di Australia, Komunitas MBM Terus Gaungkan Musik Jukulele

  • 09 Apr 2026 22:06 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Melbourne - Komunitas Maluku Basudara Melbourne (MBM) terus berkomitmen memperkenalkan identitas budaya Maluku di Negeri Kanguru melalui alat musik tradisional jukulele. Upaya ini dilakukan secara konsisten melalui partisipasi aktif dalam berbagai acara komunitas lokal maupun festival budaya berskala besar di Australia.

Ketua Moluccan Jukulele, Nico Tulalessy, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Ina Siwabessy dan Decky Nanere dalam membina grup jukulele ini. Menurut Nico, kontribusi MBM sangat signifikan dalam menjaga api kelestarian musik tradisional Maluku tetap menyala meski berada jauh dari tanah air.

Perjalanan grup ini dimulai dari inisiatif Decky Nanere yang mendorong anggota komunitas untuk belajar ukulele. Meski sempat melewati masa sulit dengan latihan daring selama pandemi, grup ini kini rutin tampil di berbagai acara bergengsi seperti Pattimura Day, Festival Indonesia, hingga Tembang Nusantara.

Pihak MBM mengaku sangat bersyukur atas dukungan langsung dari para pegiat jukulele profesional dari Maluku. Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan standar performa dan memperluas jaringan musisi tradisional Maluku di kancah internasional.

Dengan semangat kebersamaan, MBM menaruh harapan besar agar jukulele tidak hanya menjadi pengiring seremoni komunitas, tetapi juga menjadi instrumen yang mendunia. Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anak muda di Maluku untuk terus bangga dan berinovasi dengan aset budaya yang dimiliki.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....