Equaliser UNESCO Atasi Kesenjangan Gender di Musik Global

  • 09 Apr 2025 20:33 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Sub jaringan Kota Kreatif Musik UNESCO secara resmi meluncurkan Equaliser, sebuah proyek global yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan gender di komunitas musik internasional.

"Pengumuman ini disampaikan pada 4 April 2025 sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan industri musik yang lebih inklusif, aman, dan setara bagi semua pihak," tutur Direktur AMO, Ronny Loppies kepada RRI, Selasa (8/4/2025).

Loppies mengatakan, proyek Equaliser mendorong partisipasi kolektif dari para profesional musik di berbagai kota anggota jaringan UNESCO. Melalui kolaborasi dengan fasilitator ahli, Equaliser tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inspirasi, tetapi juga sarana pemberdayaan dan pengembangan profesional bagi perempuan dan kelompok rentan di sektor musik.

Sementara itu, Sandra Wall, Koordinator Kota Kreatif UNESCO dari Norrköping, Swedia mengatakan, Equaliser memberi platform untuk mengatasi dan menantang ketidaksetaraan sistemik yang terus berlanjut di komunitas musik global.

Equaliser terdiri dari tiga modul pengembangan profesional yang dapat diakses oleh semua kota anggota, yakni:

1. Leadership Intensive.

Program intensif selama dua hari bagi profesional musik di tingkat menengah dari berbagai negara. Lokakarya perdana akan digelar di Belfast, Irlandia Utara, pada 27–28 September, dengan materi seputar kesadaran diri, perencanaan karier, jejaring global, dan pola pikir berkelanjutan. Fasilitator utama adalah Remi Harris MBE dan Tamara Gal-On dari Music Leaders Network.

2. Lokakarya Penemuan Keterampilan.

Lokakarya seluler berdurasi tiga jam yang dirancang untuk perempuan dari berbagai status pekerjaan di industri musik, termasuk pekerja lepas dan sukarelawan. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja tim dan pengembangan profesional, difasilitasi oleh Denise Stanley-Chard dan tim dari CLOCK.

3. Hari Pelatihan Rasa Hormat Profesional.

Program edukatif selama satu hari yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan strategi menghadapi kekerasan serta pelecehan seksual di dunia kerja musik. Kontennya mencakup definisi hukum, dukungan korban, jalur pelaporan, serta strategi pencegahan. Lokakarya ini difasilitasi oleh Rachel Harrison dan Melanie Calversbert, bekerja sama dengan SoundCheck Aotearoa.

Salah satu penasihat proyek, Nikki MacRae dari Belfast, menyatakan, Sifat modular Equaliser memberi kota-kota di seluruh dunia kemampuan untuk memberdayakan warganya dengan alat dan sumber daya untuk komunitas musik yang lebih aman, lebih adil, dan lebih setara.

Duta Besar Muhibah Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Maria Francesca Merloni, mengungkapkan bahwa, musik adalah bahasa jiwa dan Equaliser adalah langkah nyata menuju harmoni yang lebih dalam dalam masyarakat musik global.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, turut menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa Equaliser menjadi peluang besar bagi Ambon dan kota-kota kreatif lainnya untuk memperkuat ekosistem musik yang adil dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....