Direktur AMO Tampil Sebagai Pembicara di Thailand 2025
- 29 Mar 2025 20:33 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Pelaksanaan Festival Internasional Musik dan Budaya "Mueang Nao Festival" di Suphanburi, Thailand pada tanggal 5 - 7 April 2025 akan menghadirkan berbagai pembicara dan instruktur dari berbagai negara.
"Berbagai topik tentang kota masa depan dan kekuatan budaya akan menjadi pembicaraan penting dalam seminar dan workshop pada ajang festival tersebut selain pertunjukkan musik," tutur Direktur AMO, Ronny Loppies kepada RRI, Sabtu (29/3/2025).
Direktur AMO, Ronny Loppies akan hadir membawakan topik seminar di Suphanburi, Thailand 2025 tersebut dengan judul: “Lanskap musik Ambon dan dampak ekonomi (Ambon's music landscape and economic impact)”.
"Dampak ekonomi yang dibahas terkait ekonomi kreatif sebagai suatu konsep ekonomi yang didasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan kerja melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu," ungkap Loppies.
Beberapa karakteristik dan indikator yang dipakai adalah: berbasis kreativitas dan inovasi, berorientasi pada pasar, menciptakan nilai tambah, dan berdaya saing global. Pembahasan tentang nilai ekonomi kreatif ini akan dihubungkan pula dengan industri kreatif (creative industry) sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang berkaitan dengan proses produksi dan distribusi barang dan jasa kreatif.
Seminar akan menampilkan sejumlah pembicara internasional dari Ambon (Indonesia), Daegu (Korea Selatan), Hanoi (Vietnam), Iloilo (Filipina), Ipoh (Malaysia) dan Tamba Sasayama (Jepang). Direktur AMO selain pembicara pada seminar, juga akan menjadi instruktur workshop pada ASEAN Music workshop bersama-sama dengan para instruktur dari Laos, Singapore, Filipina dan Thailand.
"Bagi Ambon City of Music, festival ini sangat penting untuk membangun jejaring lintas kota kreatif UNESCO antara Ambon, (city of music) dengan: Ipoh (city of music), Tamba sasayama (city of craft and folk arts), Iloilo, (city of gastronomy), Daegu (city of music) dan Hanoi (city of craft and folk arts)," tutup Loppies.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....