Pendapatan Daerah dalam P-APBD Ambon Naik Rp64,29 Miliar

  • 30 Sep 2026 08:49 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Kota Ambon membahas rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) dengan sejumlah penyesuaian pada sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.

‎

Jacob Silanno, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon, mengatakan dalam pembahasan tersebut, pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp64,29 miliar, dari sebelumnya sekitar Rp1,126 triliun menjadi Rp1,190 triliun.

‎

‎Kenaikan pendapatan terutama berasal dari peningkatan pendapatan transfer pemerintah pusat serta pajak dan retribusi daerah.

‎

‎Pendapatan transfer tercatat bertambah sekitar Rp50,19 miliar, yang terdiri atas kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp13,16 miliar dan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp37,03 miliar.

‎

‎Sementara itu, pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah meningkat sekitar Rp6,1 miliar. Penyesuaian tersebut antara lain berkaitan dengan peningkatan target pajak daerah, retribusi sampah perusahaan, serta pemutakhiran data objek pajak.

‎

‎Di sisi belanja, anggaran mengalami penambahan sekitar Rp24,69 miliar, sehingga total belanja daerah dalam P-APBD menjadi sekitar Rp1,332 triliun.

‎

‎Penambahan belanja tersebut salah satunya diarahkan untuk mengakomodasi kewajiban utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga yang belum terakomodasi dalam APBD murni.

‎

‎Kabag keuangan Kota Ambon Silanno menegaskan komitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban utang daerah yang terbawa dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pembahasan, realisasi pembayaran utang tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan seluruhnya dapat diselesaikan.

‎

‎Sementara itu, terdapat defisit antara pendapatan dan belanja sebesar sekitar Rp141,87 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui penerimaan pembiayaan.

‎

‎Penerimaan pembiayaan antara lain berasal dari penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) berdasarkan hasil pemeriksaan BPK sebesar Rp5 miliar, serta pinjaman daerah dari Bank Maluku sebesar Rp166,57 miliar, dari rencana awal Rp200 miliar.

‎

‎Setelah memperhitungkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp29,85 miliar, struktur P-APBD Kota Ambon dinyatakan berada dalam posisi berimbang antara pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....