Kompetisi Vokal Grup Dapuati 2026 Resmi Digelar
- 29 Agt 2026 15:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kompetisi Vokal Grup Daerah Pulau Ambon Timur (Dapuati) 2026 resmi digelar sebagai ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan bakat sekaligus merawat warisan musik Ambon. Hal ini menjadi wujud musik kembali menjadi bagian penting dalam perayaan HUT ke-451 Kota Ambon.
Kompetisi yang berlangsung di Taman Budaya, kawasan Karang Panjang, Kota Ambon, Sabtu, 28 Agustus 2026 itu, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Ambon, Alexander Hursepuny.
Dapuati 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-13 AMGPM Daerah Pulau Ambon Timur. Sebanyak 10 peserta vokal grup ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon Ronal Lekransy, jajaran dewan juri, perwakilan Ketua AMGPM, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon, pengurus AMGPM Daerah Pulau Ambon Timur, para peserta serta panitia pelaksana.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Hursepuny menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja mempersiapkan kompetisi hingga dapat terlaksana.
Ia mengatakan, kegiatan masyarakat seperti Dapuati sejalan dengan arah pembangunan Kota Ambon yang terus mendorong program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu perhatian Pemerintah Kota Ambon adalah pengembangan ekonomi kreatif, penguatan potensi kebudayaan lokal serta pemanfaatan identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Hursepuny mengatakan, kompetisi vokal grup memiliki nilai lebih dari sekadar mencari juara. Ajang tersebut dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan, menyalurkan bakat seni sekaligus mempertemukan masyarakat dalam semangat persaudaraan.
“Kompetisi seperti ini bukanlah ajang mencari menang atau kalah, tetapi sebagai ajang yang tepat untuk menyalurkan bakat dan seni, memperkuat tali persaudaraan serta menjaga budaya dan ciri khas Kota Ambon,” ujarnya.
Ia menekankan, musik telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat Ambon. Kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan tradisi musik tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pesan tersebut semakin kuat melalui tema yang diusung dalam kegiatan, yakni “Menjaga Tradisi Musik Par Ambon Pung Bae.”
Tema ini, menurut Hursepuny, mengandung pesan agar masyarakat tetap menjaga tradisi dan tidak melupakan akar budaya yang menjadi identitas daerah.
Di tengah keberagaman masyarakat Kota Ambon, ia juga mengingatkan bahwa perbedaan harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai.
“Kita harus tahu bahwa perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk hidup rukun, damai dan saling menghargai,” katanya.
Dikatakan, Pemerintah Kota Ambon akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang memberikan dampak positif, termasuk kegiatan yang bergerak di bidang seni, budaya dan kreativitas.
Hursepuny berharap para peserta tidak hanya menjadikan Dapuati 2026 sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi dan mempererat kebersamaan.
Ia juga berharap kegiatan Vokal Grup Daerah Pulau Ambon Timur dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak ruang yang tersedia bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat seni sekaligus mempertahankan tradisi musik Ambon.
Dapuati 2026 pun diharapkan mampu menjadi salah satu bagian dari upaya bersama menjaga identitas musik Ambon agar tetap hidup, berkembang dan dikenal oleh generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....