Pemkot Ambon Gandeng Berbagai Pihak Atasi Persoalan Sampah
- 23 Agt 2026 06:17 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Pemerintah Kota Ambon mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan, terutama sampah yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan perkotaan. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengatakan, penanganan persoalan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dunia usaha, maupun pihak lainnya diperlukan agar berbagai persoalan lingkungan dapat ditangani secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Bodewin dalam kegiatan Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon beberapa waktu lalu.
Menurutnya, selain sampah, sejumlah persoalan seperti kemacetan dan kawasan kumuh juga membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, kata dia, terus membuka ruang kolaborasi untuk mencari solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
“Masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, kita terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi Kota Ambon,” ujarnya.
Khusus persoalan sampah, Bodewin menyebut penanganannya tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan pemerintah dalam mengangkut dan mengelola sampah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi bagian penting dari solusi.
Ia mengingatkan, kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun selokan berpotensi memperbesar persoalan lingkungan, termasuk mengancam kebersihan perairan Teluk Ambon.
“Kalau masih ada perilaku membuang sampah di sungai dan selokan, maka masalah sampah di Kota Ambon tidak akan selesai. Karena itu, membangun kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari upaya kita,” tegasnya.
Untuk mengurangi sampah yang terbawa aliran sungai menuju Teluk Ambon, Pemkot Ambon bersama Clean Rivers telah memasang tiga trash boom di muara Sungai Wairuhu, Waitomu, dan Waiheru.
Upaya tersebut akan dikembangkan dengan rencana pemasangan jaring penahan sampah di sembilan sungai yang berada di Kota Ambon.
Bodewin turut memberikan apresiasi kepada masyarakat dan komunitas yang selama ini aktif menjaga lingkungan. Salah satunya Wutmaili Romuty atau Bung Uce yang meraih Kalpataru 2026, serta komunitas The Ocean Club yang terus mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak mengambil bagian dalam menjaga lingkungan, sehingga persoalan sampah dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Kalau banyak orang dan banyak pihak yang mau berupaya seperti Bung Uce, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita minimalisir,” katanya.
Bodewin mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari hal-hal sederhana, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mari kita semua jaga alam, mulai dari diri kita,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....