Pemkot Ambon Perluas QRIS, Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital
- 16 Agt 2026 17:42 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Pemerintah Kota Ambon menyatakan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu langkah memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri Closing Ceremony Pekan QRIS Nasional (PQN) Provinsi Maluku 2026 yang digelar di Jalan Pattimura, Kota Ambon, Sabtu,15 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Bodewin mengapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku bersama seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan PQN 2026. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembayaran digital.
Bodewin menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas ekonomi. Karena itu, masyarakat perlu beradaptasi agar dapat memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi bagian yang wajib kita lakukan dalam kehidupan kita. Ini akan menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, terutama dengan memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang.
Menurut Bodewin, transaksi digital dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi pembayaran, memperluas jangkauan konsumen, sekaligus mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan pola perdagangan yang semakin berbasis teknologi.
Pemkot Ambon, kata dia, akan terus mendorong agar penggunaan QRIS tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Pemanfaatannya diharapkan dapat menjangkau pasar tradisional, sektor pelayanan publik, hingga berbagai UMKM yang tersebar di Kota Ambon.
Bodewin juga mengingatkan masyarakat agar tidak melihat perkembangan teknologi sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang baru.
“Jangan takut dengan teknologi. Jadikan teknologi sebagai alat untuk terus berkembang. Jangan hanya berpikir bagaimana menjual produk hari ini, tetapi pikirkan bagaimana produk kita bisa dikenal lebih luas dan berkembang secara digital di masa depan,” katanya.
Pesan serupa disampaikan kepada generasi muda. Bodewin berharap anak-anak muda Ambon tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan inovasi dan peluang ekonomi melalui kemampuan digital yang dimiliki.
Ia menegaskan, semangat digitalisasi yang dibangun melalui Pekan QRIS Nasional harus menghasilkan dampak nyata dan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.
“Jangan berhenti pada kegiatan seremonial malam ini. Mari kita lanjutkan dengan hasil nyata dan wujudkan kegunaan QRIS dalam seluruh kegiatan yang kita lakukan di Kota Ambon yang kita cintai ini,” tegasnya.
Untuk mempercepat agenda tersebut, Pemkot Ambon akan memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan dan menjadikan Kota Ambon semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi berbasis digital.
Bodewin pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan transaksi menggunakan QRIS sekaligus memberikan dukungan terhadap produk dan usaha lokal.
“Guna kemudahan dan keamanan transaksi, mari bertransaksi secara digital dengan QRIS dan dukung UMKM lokal yang kita miliki di kota ini. Mari bersama-sama membangun ekonomi Kota Ambon yang semakin kuat dan berdaya saing,” ajaknya.
Pada acara tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelaku UMKM, pemenang berbagai perlombaan, serta pihak-pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pekan QRIS Nasional Provinsi Maluku 2026.
Ia berharap momentum PQN 2026 dapat menjadi titik penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi digital di Maluku, khususnya Kota Ambon.
Bodewin menilai QRIS bukan semata-mata instrumen pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang lebih mudah diakses, modern, dan inklusif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....