Bupati Malteng Hadiri Peringatan Tri-Waisak, Resmikan Taman Buddha Jaya Giri Arama

  • 07 Jun 2026 20:06 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon- Wajah bahagia dan haru terpancar dari ratusan umat Buddha Suku Alifuru di pedalaman Pulau Seram saat menyambut kehadiran Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. ‎Kehadiran orang nomor satu di Maluku Tengah ini menjadi momen bersejarah dalam Perayaan Hari Suci Tri Waisak 2570 BE sekaligus peresmian Taman Buddha Jaya Giri Arama di Desa Namto, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Sabtu, 6 Juni 2026.

‎Acara ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan moderasi beragama tumbuh subur di Bumi Pamahanunusa, meski berada di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Puncak perayaan Waisak tahun ini terasa sangat istimewa karena dirangkaikan dengan peresmian Taman Buddha Jaya Giri Arama.

‎Tempat ibadah yang representatif ini menjadi simbol perjuangan spiritual umat Buddha setempat yang dirintis sejak tahun 2014 silam.

‎Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain Awat Amir menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat. Kehadiran taman ibadah ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat ritual keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi lintas iman dan menjaga warisan budaya leluhur.

‎Suasana sakral dan khidmat begitu terasa dengan kehadiran para tokoh penting dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.

‎Agenda besar ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku yang memberikan dukungan penuh bagi umat beragama di daerah. Yang Mulia Bhikkhu Siriratano Mahathera, sang pelopor pembinaan umat Buddha pedalaman Seram. Pembimas Buddha Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku. Camat Seram Utara Timur Seti bersama jajaran Forkopimcam. Para Kepala Pemerintah Negeri (KPN) dan Tokoh Adat setempat. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Tengah. Pengurus Daerah PERMABUDDHI & MAGHABUDHI.

‎Pemberkatan Nikah Massal di Tengah Keterbatasan Selain ritual puja bakti Waisak, momentum berharga ini juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati, yaitu pemberkatan pernikahan massal bagi puluhan pasangan umat Buddha Suku Alifuru.

‎Di tengah keterbatasan akses geografis dan administrasi selama ini, kehadiran para tokoh agama dan pemerintah daerah memberikan legalitas serta kebahagiaan baru bagi keturunan masyarakat adat di pedalaman Seram.

‎Perayaan Tri Waisak 2570 BE di Desa Namto ini sukses mengirimkan pesan damai ke seluruh penjuru negeri bahwa perbedaan adalah kekayaan, dan kebersamaan adalah fondasi utama pembangunan di Maluku Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....