Ambon menuju Smart City: Gandeng FST Unpatti, Guru hingga Polusi Udara Jadi Fokus
- 05 Jun 2026 07:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersiap melakukan lompatan besar dalam pembangunan daerah. Tidak lagi menggunakan cara konvensional, Ambon kini melirik pendekatan berbasis sains dan teknologi.
Langkah ini dipertegas melalui audiensi strategis antara Pemkot Ambon dan jajaran pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura (Unpatti) di Balai Kota Ambon, Rabu, 3 Juni 2026 lalu. Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal di atas kertas.
Dipimpin langsung oleh Dekan FST Unpatti, Prof. Dr. Henry J. Wattimanela, momentum ini menjadi ruang dialog produktif untuk melahirkan solusi nyata atas tantangan perkotaan yang kian kompleks.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dengan tegas menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia akademik adalah kebutuhan mendesak.
Ia mengingatkan agar kolaborasi ini langsung berdampak pada masyarakat.
"Kami berharap perjumpaan ini tidak berhenti pada tataran seremonial atau diskusi semata, tetapi melahirkan kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan," ujar Bodewin.
FST Unpatti membawa "pasukan penuh" keahlian mulai dari matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu komputer, statistika, hingga ilmu lingkungan.
Menurut Prof. Henry Wattimanela, seluruh disiplin ilmu ini punya relevansi langsung untuk memodernisasi Kota Ambon. Nantinya, ilmu-ilmu terapan ini akan dioptimalkan untuk beberapa sektor krusial, seperti Transformasi Digital, Digitalisasi sistem pemerintahan perkotaan. Mitigasi Bencana, Pemetaan risiko dan penanganan berbasis data akurat. Pengolahan Data, Penyusunan kebijakan kota yang berbasis data (data-driven policy).
Terdapat dua target jangka pendek yang menjadi sorotan utama Wali Kota Ambon dalam kerja sama ini, yakni Modernisasi Pendidikan (Bukan Cuma Kejar Piala), melainkan Bodewin berkeinginan FST Unpatti membantu meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik para guru di Ambon.
Sekolah-sekolah didorong menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis literasi digital.
"Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian perlombaan jangka pendek, tapi membangun pemahaman mendalam bagi siswa," tegasnya.
Pemkot Ambon berencana menerapkan kebijakan uji emisi kendaraan bermotor guna menekan polusi udara.
Bodewin langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) untuk bekerja sama dengan FST Unpatti dalam mengukur, memetakan data, dan merumuskan regulasinya.
Komitmen serius Pemkot Ambon juga terlihat dari hadirnya para pejabat penting pendamping Wali Kota, mulai dari Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Ronald Lekransy, perwakilan Bappeda Rini M. Salampessy, hingga jajaran Dinas Pendidikan.
Sementara dari pihak FST Unpatti, turut hadir akademisi senior seperti Mechiavel Moniharapon, Dr. Ricard Lokolo, Renaldo Talapesy, dan Prof. Dr. Imanuel Kapelle.
Kemitraan jangka panjang ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi Ambon untuk tumbuh menjadi kota yang berkelanjutan, adaptif, dan ramah lingkungan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....