Sering Jadi Titik Macet, Pemkot Ambon Mulai Tata Lapak Minyak Eceran di Jalan Utama

  • 02 Mei 2026 17:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon- Wajah trotoar di Kota Ambon, khususnya di kawasan padat seperti Jalan Tulukabessy dan Rijali, kini tengah menjadi sorotan. Ruang yang sejatinya hak bagi pejalan kaki, kerap kali berubah fungsi menjadi lapak pedagang minyak eceran.

‎Di sinilah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hadir dengan sebuah formula, yakni Solusi Berimbang. ‎Pemkot Ambon menyadari betul adanya risiko keselamatan yang mengintai. Ketika trotoar tertutup lapak, pejalan kaki terpaksa "turun gunung" ke badan jalan.

‎Di tengah deru kendaraan, potensi kecelakaan pun meningkat. Namun, di sisi lain, lapak-lapak kecil tersebut adalah "napas" ekonomi bagi banyak keluarga di tengah himpitan beban hidup.

‎Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin sekadar melakukan penggusuran tanpa solusi. ‎Ia memerintahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial untuk turun tangan secara kolaboratif.

‎"Kami ingin menghadirkan solusi yang menyeluruh. Pemerintah tidak akan mengambil langkah yang merugikan salah satu pihak," tegas Bodewin.

‎Alih-alih menyita barang dagangan, Pemkot Ambon mengedepankan pendekatan persuasif. Para pedagang minyak eceran diedukasi untuk menata lapaknya agar lebih teratur dan sejajar, tidak melebar, dan tetap memberikan ruang bagi kaki-kaki pejalan.

‎Langkah ini menjadi bukti bahwa ketertiban kota tidak harus selalu berbenturan dengan urusan perut masyarakat kecil.

‎Pemkot Ambon bahkan tengah mengkaji opsi penyediaan lokasi alternatif yang lebih layak bagi para pedagang agar mereka bisa berjualan dengan tenang tanpa melanggar aturan.

‎"Dengan penataan yang tepat, trotoar dapat kembali berfungsi sebagai fasilitas publik, sekaligus tetap memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk mencari penghidupan," tambah sang Wali Kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....