Bak Penampung Nganggur di Kudamati Bakal Dioperasikan
- 04 Mar 2026 18:51 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Tiga bak penampung air bersih di wilayah Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, bakal diupayakan untuk difungsikan kembali setelah puluhan tahun lamanya tanpa pemanfaatan. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perumdam Tirta Yapono, Piet Saimima mengatakan, selama ini, pelanggan di Kudamati dan Bentas memperoleh air bersih dari jaringan sistem pompa air Wainitu.
Dengan diketahuinya tiga bak penampung yang ngangur, Perumdam Tirta Yapono berkeinginan akan memanfaatkannya untuk pelanggan di kawasan tersebut. "Kami sudah lakukan kunjungan lapangan. Tiga bak ini nantinya akan diuji kondisinya. Jika masih layak, maka akan difungsikan," kata Saimima di Ambon, Rabu, 4 Maret 2026
Menurutnya, dari tiga bak ini, satu bak berkapasitas 500 liter kubik yang dibangun pada tahun 1984. Bak ini juga belum pernah difungsikan.
Sementara dua bak lainnya masing-masing berkapasitas 100 liter kubik, yang sebelumnya pernah difungsikan namun hanya sampai tahun 1995. "Untuk pengujiannya, nanti bak diisi penuh dengan air. Cara ini untuk memastikan kondisi konstruksinya masih layak atau tidak. Kalau hasilnya baik, maka akan segera kami operasikan,” ucapnya
Dikatakan, ketika bak ini dinyatakan layak, maka distribusi air untuk wilayah Kudamati Bawah dan Bentas tidak lagi menggunakan pompa langsung dari Wainitu, melainkan sepenuhnya dilayani melalui sistem bak penampung. "Artinya, tidak perlu lagi dilayani langsung dengan pompa. Air akan disalurkan dari bak penampung ke pelanggan," ucapnya
Dengan sistem ini, lanjutnya, itu berarti Perumdam Tirta Yapono dapat menghemat penggunaan listrik serta mengurangi beban kerja dan biaya perawatan mesin pompa.
Sementara itu, untuk wilayah Kesia, Wara, Gunung Nona, Pensip, serta sebagian Kudamati Atas, pelayanan tetap mengandalkan lima bak penampung yang saat ini telah tersedia dan digunakan, masing-masing berkapasitas 300 kubik, 200 kubik, 125 kubik, 100 kubik, dan 100 kubik.
Di wilayah Bentas sendiri, tersedia dua bak penampung yang dalam waktu dekat akan difungsikan kembali, masing-masing berkapasitas 75 kubik dan 50 kubik.
Selain itu, Perumdam juga merencanakan pembangunan bak penampung baru di kawasan Gunung Nona sekitar TVRI dengan kapasitas 250 kubik guna memperkuat sistem distribusi air di wilayah tersebut.
“Upaya ini kami lakukan untuk memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan air bersih dengan lebih baik dan berkelanjutan. Di sisi lain, efisiensi listrik dan perawatan mesin juga menjadi perhatian kami,” tandas Saimima.