Laturiuw: Penanganan Kasus Bullying Harus Dilakukan Secara Komprehensif

  • 30 Apr 2026 09:11 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi perlakuan bullying juga dapat memengaruhi proses belajar, perkembangan karakter, hingga masa depan anak.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Christianto Laturiuw menilai, pendekatan yang digunakan terhadap pelaku bullying tidak bisa semata-mata bersifat hukuman. Penanganan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah.

"Kalau ada bullying, jangan biarkan sampai kasusnya besar. Semua pihak, mulai dari sekolah, dinas terkait, hingga orang tua harus bergerak cepat sejak dini. Nah, penanganan secara komprehensif itulah yang dibutuhkan," kata Christianto Laturiuw kepada RRI di Ambon, Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, perundungan seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman empati dan pengawasan. Sehingga ini perlu dibenahi secara sistematis.

Sekolah sebagai lingkungan utama pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana aman dan nyaman bagi siswa. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat edukasi tentang nilai-nilai toleransi, saling menghargai, serta dampak negatif bullying melalui kegiatan ekstrakulikuler.

Politisi Gerindra itu juga mengingatkan pihak sekolah untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tapi juga harus memperhatikan dampak psikologis yang mungkin dialami anak-anak di lingkungan sekolah.

"Di kurikulim merdeka saat ini, itu juga ditekankan perihal kepribadian dan pembentukan karakter siswa. Itu berarti, bukan pada persoalan belajar mengajarnya saja, tapi hal-hal yang memberikan dampak secara psikologi pada anak-anak itu juga harus menjadi perhatian khusus," ucapnya

Disamping itu, lanjutnya, pihak sekolah juga perlu menyediakan layanan konseling yang aktif dan responsif. Guru bimbingan konseling diharapkan mampu menjadi tempat aman bagi siswa untuk melapor tanpa rasa takut.

Kemudian orang tua juga dituntut lebih peka terhadap perubahan prilaku anak. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam mendeteksi dini potensi perundungan, baik sebagai korban maupun pelaku.

"Anak yang menjadi pelaku bullying juga perlu dibina, bukan hanya dihukum. Mereka harus diajarkan empati dan tanggung jawab," kata Laturiuw menambahkan

Lebih lanjut, Laturiuw meminta pemerintah agar aktif dalam mensosialisasikan tentang anti bullying. Pelatihan bagi tenaga pendidik juga perlu ditingkatkan agar penanganan kasus bisa lebih cepat dan tepat.

"Beta rasa dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan kasus perundungan di sekolah dapat diminimalisir. Lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi yang berkarakter, berempati, dan saling menghargai," tegas wakil rakyat Kota Ambon tiga periode itu

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....