Ketua DPRD: Pendapatan Parkir Untuk Bangun Ambon, Bukan Daerah Luar

  • 14 Apr 2026 18:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela mengatakan, pendapatan yang diperoleh dari sektor parkir yang selama ini dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dimanfaatkan untuk membangun Ambon, bukan daerah luar.

Hal itu disampaikan Morits sebagai sindiran halus kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku yang berencana akan mengambil alih perparkiran di wilayah kota Ambon yang notabene areanya berada di ruas jalan berstatus provinsi.

"PAD dari sektor parkir itu kita bangun Ambon yang adalah ibu kota dari provinsi Maluku, bukan bangun kota luar,"kata Morits Tamaela di Ambon, Selasa, 14 April 2026

Menurutnya, meski rencana ini masih sebatas wacana, tapi DPRD penting untuk memberikan perhatian sejak awal. Sebab, ketika ada persoalan lampu penerangan jalan, sampah hingga kemacetan, maka yang bertanggungjawab didalamnya adalah Pemkot Ambon.

"Kalau Pemprov mau ambil alih kewenangan itu, maka mereka harus bertanggungjawab penuh terhadap semua persoalan di dalamnya. Bukan ambil pendapatan, lalu soal sampah, macet dan lainnya menjadi kewenangan Pemkot Ambon," ucap Morits tegas

Morits mengaku bahwa pihaknya juga telah mengkonfirmasikan hal ini ke Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Namun, Hendrik pun tidak tahu. Pemprov Maluku juga belum mengeluarkan pernyataan secara resmi.

"Ini hanya disampaikan secara lisan oleh jubir Pemprov Maluku pak Kasrul Selang. Tapi untuk pernyataan resmi dari pak Gub itu belum ada," ucapnya

Namun jika itu terjadi, lanjut politisi Partai Nasdem ini, maka hal dimaksud merupakan sesuatu yang naif dan sangat disayangkan.

"Bagaimana mungkin kami ini pemerintahan yang ada di dalam sebuah provinsi di dalam negara, ini kota loh. Provinsi katakanlah 'orang tua' bagi kami di kabupaten/kota," kata Morits

Morits bilang, jika dasar yang dipakai adalah lahan itu berada di ruas jalan provinsi, maka ini sesuatu yang naif. Sebab selama ini Pemkot bukan hanya menarik retribusi tapi bertanggung jawab terhadap persoalan didalamnya.

"Mestinya Pemprov mendukung setiap kebijakan Pemkot dalam pembangunan kota ini. Bukan malah mengambil alih apa yang sudah kami kelola," ujarnya

Ditambahkan, Pemprov Maluku cukup mengambil alih Pasar Mardika dari Pemkot Ambon, jangan lagi di sektor parkiran karena ini tindakan konyol yang sangat disayangkan.

"Kita cukup di pasar. Jangan lagi di sektor parkir. Kalau pun terjadi, kita akan bereaksi lebih keras di media," kata Morits menutup obrolannya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....