Murni Kriminal, Iksamuni Minta Polda Maluku Usut Tuntas Ricuh Trikora
- 12 Jan 2025 15:12 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Kericuhan antar dua kelompok massa di seputaran Tugu Trikora Kota Ambon pada Minggu, 12 Desember 2024 dinihari, ditanggapi Pengurus Besar (PB) Ikatan Persaudaraan Muslim Nusaina (Iksamuni).
Ketua PB Iksamuni Irwan Patty dalam video pendeknya yang beredar di media sosial menyebut kericuhan itu merupakan murni tindakan murni dan tidak ada kaitannya dengan unsur SARA atau upaya provokasi yang dilakukan orwng-tertentu.
"Kami dari Pengurus Besar Ikatan Persaudaraan Muslim Nusaina, PB Iksamuni, menyatakan bahwa kejadian seputaran Tugu Trikora adalah murni kriminal, murni kriminal, sehingga dapat dipastikan tidak ada kaitannya dengan unsur SARA atau upaya orang-orang tertentu untuk mengacaukan Maluku yang telah damai, yang telah aman, yang telah hidup bertetangga dengan baik selama kurun 20 tahun ini," ungkap Patty.
Berkaitan dengan hal tersebut, PB Iksamuni menghimbau kepada seluruh masyarakat Seram di manapun berada dan masyarakat Maluku agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut dan atau isu-isu yang sengaja dipelintir untuk mengacaukan situasi.
"Mari tetap kita membangun hubungan kekeluargaan dengan pendekatan Tala Etti Sapalewa, Siwalima, dan Pela Gandong, yang sudah kita bangun, yang telah kita rajut selama hidup kita di Maluku. Mari kita tetap melakukan aktivitas sesuai dengan profesi kita masing-masing, bahu-membahu membangun Maluku yang lebih baik," ajaknya.
Ditambahkan, tantangan yang dihadapi oleh Maluku ke depan adalah kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, dan keterisolasian, sehingga dibutuhkan upaya bersama secara serius untuk membangun Maluku dengan potensi yang sangat luar biasa ini.
Terakhir, PB Iksamuni meminta Kapolda Maluku dan pihak terkait untuk mengusut tuntas kejaidian Tugu Trikora, sehingga mereka-mereka yang terlibat langsung dan yang menjadi pemicu kejadian kriminal diproses secara hukum.
"Harus diusut tuntas, sehingga ada kepastian hukum dan kejelasan dari kejadian tersebut," tekan Patty.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minuman keras (Miras) dan balap liar menjadi pemicu aksi bentrok antar kelompok di kawasan Tugu Trikora, Kota Ambon, pada Minggu, 12 Januari 2024 dini hari.
"Kami menerima laporan adanya keributan di Tugu Trikora yang dipicu balap liar dan mabuk-mabukan. Anggota segera dikerahkan untuk menghalau massa. Alhamdulillah, pagi ini situasi sudah kondusif,”ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim kepada wartawan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, keributan ini bermula dari cekcok antar pemuda yang diduga terlibat balap liar dan mabuk-mabukan di sekitar Tugu Trikora. Cekcok itu memicu adanya kosentrasi massa hingga terjadi bentrok.
Saling lempar menggunakan batu tak terbenung, meluas ke beberapa jalan utama dan kawasan permukiman. Akibat bentrokan ini, tiga sepeda motor dan satu bangunan dilaporkan dibakar. Beberapa orang juga dikabarkan mengalami luka-luka akibat lemparan batu.
Aparat kepolisian dari Polresta Ambon yang mendapat laporan sejak Minggu (12/1/2025) pukul 01.30 WIT dini hari langsung bergerak ke lokasi kejadian.
Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa, namun aksi saling serang terus berlangsung hingga pagi.
"Situasi di lokasi berangsur kondusif. Meski begitu, ruas jalan utama di sekitar Tugu Trikora dipenuhi puing-puing batu dan sisa bentrokan," tutup Kapolresta. (AL/CM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....