Pemerintah Didesak Percepat Legislasi Daerah Terhadap Masyarakat Adat

  • 17 Jun 2026 18:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid II di Kota Ambon mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mempercepat proses legislasi yang berkaitan dengan perlindungan dan pengakuan hak-hak masyarakat adat di Maluku.

Dalam aksi yang digelar di Depan Gong Perdamaian Ambon, Rabu, 17 Juni 2026 itu, mahasiswa menilai hingga saat ini masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat adat, mulai dari sengketa lahan, pengelolaan sumber daya alam, hingga minimnya payung hukum yang memberikan kepastian terhadap hak-hak mereka.

Koordinator Lapangan Aksi, Rizky Sachdan Rahakbauw, mengatakan, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga indentitas budaya dan pelestarian lingkungan.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan perhatian lebih melalui regulasi yang jelas dan berpihak pada kepentingan masyarakat adat.

"Kami datang untuk menyampaikan berbagai isu nasional pun lokal, salah satunya soal percepatan legislasi daerah terhadap masyarakat adat. Hemat kami, negara harus hadir untuk memberikan kepastian hukum bagi mereka," kata Rahakbauw

Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat sangat berdampak di daerah. Olehnya itu, pemerintah harus segera melihat hal ini sebagai satu masalah serius yang perlu diselesaikan segera.

Mahasiswa juga menyoroti sejumlah konflik agraria yang kerap terjadi di berbagai daerah dan melibatkan wilayah adat. Menurut mereka, keberadaan regulasi yang kuat akan mnjjadi instrumen penting dalam mencegah terjadinya konflik berkepanjangan.

Selai isu masyarakat adat, massa aksi turut menyampaikan sejumlah tuntutan lain terkait hentikan kriminalisasi terhadap aktivis sipil, reformulasi UU hubungan keuangan pusat dan daerah, percepatan RUU kepualauan, dan lainnya.

"Bagi kami masyarakat Maluku sudah cukup lama ditindas. Pesan kami kepada pak Presiden, jika tidak mampu melihat penderitaan Maluku, maka kita akan bertindak labih keras lagi," ucapnya

Aksi aliansi mahasiswa berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Meski sempat diwarnai kericuhan, situasi itu dapat dikendalikan dan kegiatan terus berjalan hingga selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....