Bentrok Kelompok Pemuda di Huamual, Dua Warga Terluka
- 30 Mei 2026 14:07 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dua warga Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, menjadi korban pembacokan dalam insiden yang terjadi pada Jumat malam, 29 Mei 2026.
Saat ini empat orang terduga pelaku telah diamankan di Polres SBB. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan dan pengembangan oleh unit Reskrim Polres setempat.
Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifli menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika sejumlah pemuda dari Desa Ariate menghadiri pesta joget yang berlangsung di Dusun Tanah Goyang, SBB.
Di luar lokasi acara, pemuda Ariate terlibat perkelahian dengan pemuda Tanah Goyang. Hanya saja, insiden itu dapat dilerai. Setelah acara berakhir, perkelahian kembali pecah antar Nando Kakisina dengan salah satu pemuda Tanah Goyang.
Nando kemudian pulang ke Ariete dan kembali lagi ke Tanah Goyang dengan beberapa rekannya. Pertikaian kembali terjadi dan berkembang menjadi aksi saling lempar batu antara kedua kelompok pemuda.
Dalam bentrokan tersebut, salah seorang pemuda Dusun Tanah Goyang diduga melakukan pembacokan terhadap Vino Kakihari (21), warga Desa Ariate, yang mengakibatkan korban mengalami luka pada lengan kanan.
Tidak lama kemudian, terjadi aksi balasan dari pihak Desa Ariate yang menyebabkan Rafli Mufakat (25), warga Dusun Tanah Goyang yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dusun, mengalami luka bacok pada bagian kepala dan tangan.
"Jadi ada dua korban. Satu warga Ariete dan satu warga Tanah Goyang. Keduanya kena bacok," ucapnya
Kapolres mengaku, korban Vino Kakihari saat ini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Desa Ariate. Korban telah mendapatkan penanganan medis, luka telah dijahit, dan kondisinya dilaporkan sadar.

Sementara itu, Rafli Mufakat dirawat di Puskesmas Tanah Goyang. Meski luka telah dijahit, korban mengalami pendarahan pada bagian kepala sehingga direncanakan akan dievakuasi menggunakan speedboat ke Kota Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
"Jadi bentrokan ini dipicu dari perkelahian antar pemuda yang berkembang menjadi bentrokan kelompok, sampai terjadi penutupan jalan di beberapa titik," ujarnya
Dikatakan, empat orang terduga pelaku yang kini telah diamankan yaitu satu orang dari Desa Ariate berinisial EIK, dan tiga orang dari Dusun Tanah Goyang berinisial MT, AW dan AT.
Penggunaan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka dari kedua belah pihak berpotensi meningkatkan eskalasi konflik dan memicu aksi balas dendam.
Situasi keamanan di wilayah Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang juga masih berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar apabila tidak segera dilakukan langkah-langkah penanganan dan rekonsiliasi oleh aparat keamanan bersama pemerintah setempat.
Saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal, dan aparat keamanan terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah pengamanan guna mencegah meluasnya konflik di wilayah Kecamatan Huamual.
Pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di lokasi rawan, penempatan personel pada titik-titik strategis, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk meredam potensi konflik serta mendorong upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok yang terlibat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....