KNPI Warning Kelompok Penggiring Opini Pasca-Bentrok Tanah Goyang-Ariate

  • 05 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Seram Bagian Barat (SBB) meminta masyarakat menghentikan berbagai opini liar yang berkembang pasca bentrokan antara pemuda Dusun Tanah Goyang dan Desa Ariate, serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Karateker DPD KNPI SBB, Muhammad Fahrul Kaisuku, melalui keterangan pers pada Jumat (5/6/2026).

Menurut Fahrul, masyarakat perlu memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, objektif, dan independen dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Ia menilai berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik berpotensi mengganggu proses hukum dan memperkeruh situasi sosial di tengah masyarakat.

"DPD KNPI SBB mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan dan mengawalnya secara positif agar menghasilkan penanganan yang maksimal serta memberikan rasa keadilan bagi semua pihak," kata Fahrul.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menyeret organisasi kemasyarakatan maupun lembaga-lembaga tertentu, terlebih organisasi yang berkaitan dengan isu keagamaan, ke dalam persoalan tersebut.

Menurutnya, pelibatan berbagai kelompok dalam membangun opini justru dapat memperuncing konflik dan menghambat upaya penyelesaian yang sedang dilakukan aparat.

Fahrul menegaskan setiap persoalan harus dilihat secara utuh dan proporsional, bukan hanya berfokus pada satu objek atau sudut pandang tertentu tanpa mempertimbangkan situasi secara menyeluruh. "Jangan memperuncing masalah dengan tekanan opini yang hanya berpihak pada satu sisi. Yang lebih penting saat ini adalah mendorong aparat penegak hukum bekerja secara maksimal demi terciptanya keadilan dan ketertiban," ujarnya.

DPD KNPI SBB juga mendesak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat agar tetap kokoh berdiri pada prinsip profesionalisme dan tidak terpengaruh oleh berbagai tekanan maupun desakan opini yang berkembang di tengah masyarakat.

Fahrul menegaskan kepolisian memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup dalam menangani persoalan keamanan maupun konflik sosial sehingga masyarakat perlu memberikan kepercayaan penuh kepada aparat untuk menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, KNPI SBB memandang bentrokan yang terjadi merupakan dampak dari kenakalan remaja yang berkembang menjadi konflik terbuka. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku tanpa perlu diperluas menjadi persoalan kelompok maupun organisasi tertentu.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. KNPI SBB juga mengajak masyarakat untuk menjaga hubungan persaudaraan dan nilai-nilai hidup orang basudara yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial di Kabupaten Seram Bagian Barat.

"Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini. Mari bersama-sama menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, dan mendukung aparat kepolisian menuntaskan proses hukum yang sedang berjalan demi terciptanya kedamaian dan stabilitas daerah," ucap Fahrul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....