KPOTI Maluku Catat 1.200 Warga Terlibat Permainan Tradisional

  • 29 Sep 2026 23:21 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon- Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Maluku mencatat sekitar 1.200 orang telah terlibat dalam berbagai kegiatan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Kota Ambon sepanjang Juli hingga Oktober 2026.

‎

‎Keterlibatan tersebut tercatat melalui berbagai kegiatan yang digelar KPOTI Maluku bersama sejumlah mitra, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Maluku, KORMI Kota Ambon, Dispora Kota Ambon, AMGPM, serta sejumlah sekolah dari jenjang SD hingga SMA.

Ketua KPOTI Maluku, Jemi Putirulan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional di tengah masyarakat.

‎

‎Pada Juli 2026, kegiatan lomba Hari Anak yang diselenggarakan DPPPA Maluku melibatkan sekitar 175 peserta dari jenjang SD hingga SMA di Kota Ambon.

‎

‎Kemudian pada Agustus, AMGPM Cabang Silo menggelar lomba dalam rangka HUT Cabang dengan jumlah peserta mencapai 192 orang.

‎

‎Masih pada Agustus, KORMI Kota Ambon berkolaborasi dengan KPOTI menyelenggarakan lomba olahraga tradisional dalam rangka menyongsong HUT Kota Ambon. Kegiatan tersebut melibatkan 225 peserta dari jenjang SD hingga SMP se-Kota Ambon.

‎

‎Pada momentum yang sama, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon juga menggelar lomba olahraga tradisional antarlembaga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.

‎

‎Memasuki September, AMGPM Cabang Tiberias II kembali menggelar lomba olahraga tradisional dalam rangka menyongsong HUT Cabang. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta.

‎

‎Sementara pada Oktober, kegiatan serupa akan dilanjutkan AMGPM Cabang Kyrie Eleison IV dengan jumlah peserta yang telah dipersiapkan mencapai sekitar 200 orang.

‎Putirulan menilai tingginya jumlah peserta dalam berbagai kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap permainan dan olahraga tradisional masih cukup tinggi.

‎

‎Menurutnya, data sekitar 1.200 peserta tersebut merupakan catatan KPOTI dari kegiatan yang dilakukan bersama para mitra dan belum termasuk kegiatan mandiri komunitas yang berada di luar jangkauan pemantauan KPOTI.

‎

‎“Semangat untuk kembali memainkan permainan tradisional adalah tanggung jawab semua orang. KPOTI siap terus berkolaborasi dan mengambil peran, baik dari sisi manajemen maupun teknis perlombaan dan perwasitan,” kata Putirulan.

‎

‎Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus didorong untuk memperluas ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal dan memainkan permainan tradisional.

‎

‎KPOTI Maluku berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai warisan budaya sekaligus aktivitas yang dapat mempererat kebersamaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....