Bukan Cuma Soal Cantik, Ini Tips agar Nail Gel Tetap Awet dan Kuku Tetap Sehat
- 31 Agt 2026 13:26 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Nail gel menjadi salah satu pilihan populer bagi mereka yang ingin tampilan kuku terlihat rapi, mengilap, dan tahan lebih lama. Namun, ketahanan nail gel tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan teknik aplikasi. Perawatan setelah manicure juga ikut menentukan apakah lapisan gel tetap rapi atau justru cepat mengelupas.
Salah satu hal penting adalah menghindari kebiasaan mengelupas atau mengorek nail gel ketika mulai terangkat. American Academy of Dermatology (AAD) mengingatkan bahwa mengupas gel secara paksa dapat merusak permukaan kuku. Jika gel mulai terangkat, sebaiknya lakukan pelepasan secara tepat atau minta bantuan nail technician.
1. Jangan jadikan kuku sebagai alat
Kebiasaan menggunakan kuku untuk membuka kemasan, mengorek sesuatu, atau mencongkel benda dapat membuat lapisan gel lebih mudah mengalami tekanan dan terangkat.
Perlakukan kuku sebagai bagian yang perlu dijaga, bukan sebagai pengganti alat.
2. Hindari mengelupas gel sendiri
Saat menemukan bagian gel yang mulai terangkat, godaan untuk menariknya memang besar. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat ikut menarik lapisan kuku.
AAD menyarankan agar gel tidak dicabut atau dikorek secara paksa karena proses tersebut dapat menyebabkan kuku menjadi rapuh, terkelupas, atau mengalami kerusakan.
3. Rajin menjaga kelembapan kuku dan kutikula
Kuku dan kulit di sekitarnya juga membutuhkan kelembapan. Penggunaan pelembap atau produk perawatan kutikula secara rutin dapat membantu mengurangi kuku kering dan rapuh. AAD merekomendasikan penggunaan pelembap, seperti petroleum jelly, pada kuku dan kutikula beberapa kali sehari terutama di antara penggunaan gel.
4. Jangan abaikan kondisi kuku sebelum manicure
Nail gel sebaiknya tidak digunakan untuk sekadar menutupi kuku yang sedang bermasalah. Jika kuku terlihat rapuh, pecah, berubah warna, atau mengalami masalah yang menetap, berikan waktu untuk pemulihan dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
5. Pastikan proses manicure dilakukan dengan higienis
Ketahanan manicure memang penting, tetapi kebersihan jauh lebih penting. Peralatan manicure harus dibersihkan dan disterilkan dengan benar untuk membantu mengurangi risiko infeksi.
AAD juga menyarankan agar kutikula tidak dipotong karena kutikula berfungsi sebagai pelindung kuku dan kulit di sekitarnya dari infeksi.
6. Berikan waktu istirahat pada kuku
Penggunaan gel secara terus-menerus dapat membuat kuku mengalami kerapuhan, pengelupasan, atau keretakan. Karena itu, AAD menyarankan memberikan jeda dari penggunaan gel atau produk kuku tertentu agar kuku mendapatkan kesempatan untuk pulih.
Selain perawatan setelah manicure, perlindungan kulit tangan juga perlu diperhatikan. Proses curing menggunakan lampu menghasilkan paparan ultraviolet. AAD menyarankan penggunaan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih pada tangan sebelum proses curing, atau menggunakan sarung tangan pelindung UV yang ujung jarinya terbuka.
Pada akhirnya, nail gel yang cantik bukan hanya soal warna dan desain, tetapi juga bagaimana kuku dirawat sebelum, selama, dan setelah manicure.
Dengan kebiasaan perawatan yang tepat, tampilan manicure dapat tetap rapi sekaligus membantu menjaga kesehatan kuku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....