Belanja Online Kian Mudah, Konsumen Diminta Tetap Bijak
- 27 Mar 2026 14:34 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja di era digital. Ia menilai, perilaku konsumsi saat ini banyak dipengaruhi oleh sistem algoritma marketplace.
Di era digital, belanja tidak lagi sekadar soal kebutuhan, melainkan juga dipengaruhi dorongan psikologis. Banyak orang tanpa sadar membeli barang karena tergoda, bukan karena benar-benar membutuhkan.
“Platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada menggunakan teknologi untuk membaca perilaku pengguna. Data pencarian, durasi melihat produk, hingga kebiasaan belanja direkam untuk mengarahkan keputusan pembelian,” ujarnya.
Menurut Harry, kondisi ini membuat konsumen merasa menemukan barang sendiri. Padahal, mereka sebenarnya sedang diarahkan oleh sistem algoritma.
Algoritma marketplace dirancang untuk mendorong pengguna membeli lebih banyak produk. Strategi yang digunakan antara lain melalui pesan seperti “flash sale”, “stok terbatas”, dan “produk terlaris”. Akibatnya, banyak orang berbelanja bukan karena kebutuhan, melainkan karena keinginan sesaat. Kondisi ini menjadi tanda awal konsumen terjebak dalam pola belanja impulsif.
“Pesan tersebut bukan sekadar informasi, tetapi bagian dari strategi psikologis. Teknik ini memanfaatkan rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) serta dorongan impulsif konsumen.
Dampak dari perilaku ini tidak hanya pada pengeluaran, tetapi juga pola kebiasaan. Pengeluaran kecil yang terus-menerus, barang menumpuk, hingga ketergantungan belanja menjadi masalah jangka panjang.
Namun demikian, masyarakat tidak perlu berhenti berbelanja sepenuhnya, hanya diperlukan perubahan cara berpikir dan pengendalian diri.
Ia juga menyarankan agar konsumen menunda pembelian setidaknya 24 jam sebelum checkout. Langkah ini dinilai efektif untuk memastikan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
“Masyarakat diminta membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Konsumen juga disarankan membatasi notifikasi promo serta menetapkan anggaran belanja.
Ia menambahkan, platform digital tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengelola kebiasaan pengguna. Oleh karena itu, kesadaran menjadi kunci utama dalam berbelanja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....