Gerakan Literasi Alternatif, Dekatkan Buku ke Masyarakat

  • 31 Jul 2025 06:22 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Di tengah rendahnya minat baca di Indonesia, sekelompok anak muda di Ambon menghadirkan solusi kreatif melalui Kedai Baca JMP. Gerakan ini digagas oleh Syaka Hasri (Perancang Visual Kreatif) dan Abu Rery (Tukang Lapak Baca) dan teman-teman, yang berangkat dari keresahan akan minimnya akses bacaan bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Abu Rery bercerita, ide Kedai Baca bermula dari obrolan santai bersama rekan-rekannya pada 2023.

"Awalnya cuma nongkrong, lalu kami diskusikan soal rendahnya minat baca di Ambon. Akhirnya, kami sepakat bikin gerakan yang mendekatkan buku ke publik dengan cara santai," ujarnya.

Mereka memulai dengan membawa buku ke kampus-kampus, menggelar diskusi kecil, dan perlahan menarik minat anak muda lain. Kini, di tahun 2025, komunitas ini sudah memiliki sembilan anggota aktif, termasuk pelajar SMA yang antusias berkontribusi.

Setelah berkeliling kampus, Kedai Baca akhirnya menemukan "rumah" di kolong JMP. "Lokasinya strategis, terlindung dari hujan dan ramai dilewati anak muda maupun anak jalanan," kata Abu. Tak disangka, tempat itu justru menjadi titik berkumpul anak-anak yang ingin belajar membaca.

Dua relawan, Firdaus dan Nasri, secara konsisten mengajar anak-anak tersebut. "Ada yang awalnya tidak kenal huruf, sekarang sudah bisa membaca. Mereka tetap rajin mampir," cerita Abu dengan bangga.

Syaka Hasri, sebagai perancang visual, memegang peran penting dalam branding Kedai Baca. "Saya mendesain logo, konten Instagram, hingga menentukan warna dan komposisi visual agar lebih menarik," jelasnya. Dengan latar belakang Desain Komunikasi Visual, Syaka memastikan pesan literasi tersampaikan secara kreatif.

Meski penuh semangat, tantangan tak terhindarkan. "Buku-buku kami bawa sendiri, jadi berat saat hujan. Dana juga terbatas," ujar Abu. Mereka berharap ada sinergi dengan pemerintah atau komunitas lain untuk pengembangan lebih lanjut.

Ke depan, Kedai Baca berencana mengadakan program "Tour Baca" ke sekolah-sekolah dan kolaborasi dengan Balai Bahasa. "Kami ingin gerakan ini menginspirasi lebih banyak anak muda," pungkas Syaka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....