Film Suanggi: Ilmu Kutukan yang Digarap Lewat Riset Hampir Setahun

  • 05 Sep 2026 14:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Film horor Suanggi: Ilmu Kutukan ternyata tidak lahir dalam waktu singkat. Sutradara Dom Dharmo bersama produser Bona Pascal terlebih dahulu melakukan riset mengenai Suanggi di Papua sebelum proses produksi film dimulai.

Riset tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai Suanggi secara lebih autentik. Tim kemudian melanjutkan proses pengumpulan kru, persiapan produksi, pengambilan gambar hingga tahap pascaproduksi.

Dom Dharmo mengungkapkan, proses kreatif film tersebut berlangsung cukup panjang, bahkan riset mengenai Suanggi dilakukan selama hampir satu tahun.

“Sebelumnya saya sama Kakak Bona memang ke Papua dulu untuk riset soal Suanggi ini, untuk mengetahui Suanggi ini secara otentik dan itu memang butuh waktu dan enggak mudah,” kata Dom dalam dialog Pro2 Entertainment RRI Ambon, Jumat, 04 September 2026.

Menurut Dom, tantangan tidak hanya berkaitan dengan materi cerita, tetapi juga bagaimana tim produksi dapat menggali informasi mengenai Suanggi secara tepat. Setelah riset selesai, keseluruhan proses hingga film siap tayang membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Dalam proses produksi, tim juga berupaya menghormati masyarakat dan adat setempat. Bona Pascal mengatakan, tim produksi terlebih dahulu meminta izin dan menjaga etika ketika melakukan pengambilan gambar di wilayah yang masih memiliki adat kuat.

“Kita harus jaga-jaga, kita harus jaga etika juga. Tujuan kita sebetulnya memang hanya entertainment,” ujar Bona.

Sebagian besar proses syuting dilakukan di Papua, sementara beberapa adegan interior dikerjakan di Jakarta. Lokasi pengambilan gambar di Papua antara lain berada di kawasan Sorong dan sejumlah pulau.

Film ini juga melibatkan sejumlah pemain dari Indonesia Timur. Dom menilai para pemain mampu memberikan warna tersendiri karena memiliki kemampuan di berbagai bidang, termasuk akting, musik, dan seni pertunjukan.

Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 10 September 2026. Film tersebut diharapkan tidak hanya menawarkan hiburan bergenre horor, tetapi juga memperkenalkan cerita dan kekayaan budaya Indonesia Timur kepada penonton yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....