Antologi 'Melirik Laki-Laki': Suara Perempuan Maluku dalam Untaian Kata

  • 08 Mei 2026 22:00 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Wanita Penulis Indonesia (WPI) Wilayah Maluku kembali menghadirkan karya sastra terbaru melalui penerbitan buku antologi multigenre berjudul Melirik Laki-laki Ambon. Buku tersebut memuat puisi, cerpen, dan esai karya 27 perempuan dari berbagai latar profesi, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, dosen, pengajar, pendeta hingga advisor hukum.

Keunikan buku ini terletak pada tema yang diangkat, yakni tentang laki-laki Ambon dari sudut pandang perempuan. Beragam pengalaman pribadi, sosial, budaya hingga kisah emosional dituangkan dalam tulisan para penulis.

Ketua WPI Wilayah Maluku, Roesda Leikawa, dalam wawancara bersama Pro2 RRI pada Jumat, 8 Mei 2026 mengatakan proses pengerjaan buku tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2021. Namun karena kesibukan masing-masing penulis, buku Melirik Laki-laki Ambon baru bisa diterbitkan tahun ini.

“Buku ini memang sudah dibuat sejak 2021, tetapi karena kesibukan masing-masing perempuan penulis sehingga baru terlaksana tahun ini untuk diterbitkan,” ujar Roesda.

Ia mengaku turut menyumbangkan tiga puisi dalam buku tersebut, masing-masing mengangkat kisah nelayan, pensiunan veteran, hingga kehilangan seorang sastrawan muda Maluku. “Saya menulis tentang sastrawan yang meninggal karena itu menjadi kesan tersendiri. Yang meninggal adalah teman sesama penyair,” katanya.

Roesda menambahkan, seluruh tulisan dalam buku tersebut lahir dari pengalaman nyata yang dilihat dan dirasakan langsung para penulis.

Sementara itu, salah satu penulis sekaligus pendeta, Sandra Pesiwarissa, mengangkat persoalan sosial dan budaya dalam puisinya. Ia menuturkan puisinya terinspirasi dari pengalaman pribadi saat menghadiri pemakaman anggota keluarga.

“Puisi itu mengisahkan hubungan laki-laki Ambon dengan rumah tua yang dianggap sebagai tempat didikan dan warisan. Laki-laki menganggap rumah tua seperti wanita baginya. Puisi ini bukan hanya menjelaskan budaya patriarki, tetapi juga memperlihatkan keterikatan pria dengan nilai, budaya dan agama,” jelas Sandra.

Menurutnya, puisi tersebut bukan semata-mata menggambarkan dominasi patriarki, melainkan memperlihatkan bagaimana budaya dan tradisi masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Ambon.

Di sisi lain, tulisan esai karya Elmy Yanti Said juga menjadi perhatian karena mengangkat sosok laki-laki Ambon dari pengalaman singkat dalam perjalanan pesawat. Dalam esainya, Elmy menyoroti karakter seorang pria bernama Ari yang dinilainya memiliki sisi lembut dan penuh cinta terhadap keluarga.

“Sosok Ari yang saya temui adalah laki-laki Ambon yang baik dan mencintai keluarga. Ia mampu memupuk cintanya selama 32 tahun walaupun hanya melalui bayangan perempuan dalam ingatannya,” ungkap Elmy.

Elmy menganggap meski sosok laki-laki Ambon secara stereotip kuat, kasar tapi ada hal yang baik, dari sosok laki-laki Ambon yang bisa diceritakan.

Buku Melirik Laki-laki Ambon dijadwalkan akan diluncurkan pada 16 Mei 2026 mendatang. Peluncuran buku ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi perempuan Maluku dalam mengekspresikan pandangan mereka melalui karya sastra.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....