Wicked 2: Beban Mahkota "Glinda the Good"

  • 20 Nov 2025 12:24 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Pada 19 November 2025, dunia akan kembali disihir oleh Wicked: For Good, babak kedua dari kisah tak terungkap tentang para penyihir Oz. Sementara paruh pertama, Wicked, dengan fokus pada transisi Elphaba Thropp menjadi Wicked Witch of the West, sekuel ini menjanjikan untuk menceritakan sisi lain dari Glinda, yang diperankan oleh Ariana Grande.

Wicked: For Good bukan hanya tentang bagaimana Elphaba (Cynthia Erivo) menjadi sosok yang ditakuti, tetapi juga bagaimana Galinda Upland, seorang gadis cantik dan populer menenggelamkan dirinya ke dalam peran publik yang selalu ia dambakan yakni Glinda the Good. Namun, di balik gaun pink berkilauan dan gelembung terbang yang ceria, tersembunyi sebuah kisah pilu tentang pilihan, kepura-puraan, dan harga sebuah popularitas.

Setelah berpisah dari Elphaba di akhir film pertama, Glinda telah mencapai puncak ambisinya. Ia tidak lagi hanya Galinda yang mencoba mengejar popularitas di Shiz University. Ia telah menjadi Glinda the Good, wajah kebaikan yang bersinar, juru bicara, dan penghibur bagi seluruh warga Emerald City di bawah rezim The Wizard (Jeff Goldblum).

Namun, kenaikannya ke kekuasaan dan ketenaran ini datang dengan harga yang mahal seperti Kehilangan Diri yang Otentik, Glinda versi ini adalah representasi dari pengorbanan keotentikan demi penerimaan. Untuk mempertahankan citra "Good" yang ia dambakan, ia harus menyembunyikan penyesalan, rasa bersalah, dan yang paling penting, kebenaran tentang persahabatannya dengan Elphaba. Ingatan manis dan pelajaran yang ia dapatkan dari Elphaba harus disingkirkan di balik lapisan glamour yang dipaksakan.

Ditambah Lirik yang Menyayat Hati dari Lagu-lagu baru dan yang diperluas dalam Wicked: For Good diperkirakan akan menyelami lebih dalam konflik internal Glinda. Salah satu cuplikan yang paling dinanti adalah bagaimana Glinda, yang kini mendapatkan semua yang ia inginkan (fame, kekasih, status), menyadari bahwa popularitas tidak sama dengan kebahagiaan. Sebuah lagu yang mungkin menggambarkan kekosongan ini adalah "The Girl in the Bubble," yang memungkinkan penonton melihat siapa Glinda di balik fasade yang ia bangun.

“Menurutku Wicked kali ini lebih mengemphanis karakter Glinda yang seolah hidup dalam kepura-puraan, manipulasi buat dirinya sendiri, itu deep banget sih kak. Kayak segitunya yaa dia buat menuhin ekspektasi orang orang” ungkap Nisa, salah satu penonton Wicked di XXI Cinema Ambon City Center saat diwawancarai Nugroho Prasetyo.

Wicked: For Good adalah sebuah pengingat yang kuat bahwa seringkali, "orang jahat" adalah korban yang melawan sistem, sementara "orang baik" adalah mereka yang memilih untuk berdiam diri dan patuh pada sistem yang menindas demi kenyamanan dan status. Kisah Glinda adalah tragedi keindahan yang dikorbankan, dan sekuel ini akan mengungkap setiap retakan dalam fasade sempurna Glinda the Good.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....