Suling Tempurung Kelapa, Inovatif Tapi Sulit Dimainkan
- 12 Feb 2025 17:55 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Alat musik tradisional di Kota Ambon terus bermetamorfosis seiring perkembangan zaman. Jika sebelumnya, para seniman di kota manise menggebrak dengan menginovasi alat musik tradisi Ukulele, kini juga menular ke suling.
Suling yang diinovasi terbuat dari tempurung kelapa, bentuknya unik dan menarik untuk dimainkan. Suling Tempurung Kelapa ini diperknalkan oleh keluarga seniman Catje Hehanussa.
Faktanya, alat musik tradisional unik ini telah diciptakan puluhan tahun lalu, namun tidak diperkenalkan ke publik. Pengadaannya, terinspirasi dari penemuan buah kelapa unik oleh Catje Hehanussa pada tahun 70-an di hutan Jazirah Leihitu.
"Suling Batok Kelapa ini, adalah buatan tangan asli ayah/papi saya Catje Hehanussa. Ini berawal di tahun 70an ketika papi Catje pergi berburu di hutan Leihitu. Sementara berburu, tiba tiba ada buah kelapa yang jatuh, kemudian diambil dan dibawa pulang. Saat dikupas, bentuknya bulat lonjong atau kerucut sehingga papi terinspirasi memuatanya jadi suling," ungkap Doyo Hehanussa, anak Catje Hehanussa, kepada RRI di rumahnya, Selasa, 11 Februari 2025.
Diungkapkan, ide membuat Suling Tempurung Kelapa muncul seketika saat Catje Hehanussa melihat buah kelapa berbentuk kerucut tersebut. "Batok kelapa itu awalnya dilubangi pada bagian atas, kemudian dilubangi lagi menjadi total ada 8 lubang seperti suling dari bambu. Namun ada juga yang dibuat terdiri dari 2 dan 3 lubang di belakang batok," jelas Doyo.
Sayangnya, Suling Tempurung Kelapa itu saat diuji coba tak ada yang bisa meniupnya menghasilkan suara, sehingga dibawa ke Jakarta dan diperkenalkan kepada musisi nasional seperti Cucu Ripet, Embong Raharjo dan beberapa lainnya, tetapi mereka juga tidak bisa memainkannya. Hingga akhirnya hanya ada satu yang mampu memainkannya, yaitu musisi asal Maluku Darma Oratmangun, yang juga Ketua PAPRI saat itu.
Pada Agustus 1984, Suling Tempurung Kelapa diperkenalkan ke SD Negeri Belakang Soya Kota Ambon untuk dimainkan oleh anak anak sekolah dan pada Sidang Raya Dewan Gereja Indonesia (DGI) ke- 10, Suling Tempurung Kelapa untuk pertama kalinya behasil ditampilkan ke publik.
"Meniup suling batok kelapa ini tidak semudah meniup suling bambu. Selama ini banyak yang sudah datang untuk mencoba meniupnya, bahkan musisi dari Grup Black Brothers Leon Picauly datang dari jakarta dan mencoba meniupnya, namun tidak bisa juga," ujarnya.
"Satu hal yang perlu diketahui, untuk membuat suling batok kelapa ini bisa menggunakan batok kelapa apa saja, yang penting bentuknya bulat lonjong, kerucut, jika tidak begitu, maka sulingnya tidak bisa jadi," tuntas Doyo Hehanussa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....