Muhammad Rumarey Apresiasi Screening Film Budaya

  • 01 Jan 2025 16:20 WIB
  •  Ambon

KBRN : Wakil Bupati terpilih Kabupaten Seram Bagian Timur, Muhammad Miftha Thoha Rumarey Wattimena (Vitho), mengapresiasi acara screening film budaya yang digelar oleh Festival Wanu Budaya.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, mengusung tema "Merayakan Budaya, Menjaga Pangan", yang berlangsung di halaman TNI Angkatan Laut, Bula beberapa waktu lalu.

Kehadiran Wakil Bupati terpilih di acara screening film ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung Festival Wanu Budaya sekaligus memberi apresiasi kepada pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri dan Muhammad Miftha Thoha Rumarey Wattimena, terhadap para seniman muda di SBT.

“Sebagai calon Wakil Bupati dari pasangan favorit, saya memberikan apresiasi kepada teman-teman Wanu Budaya yang telah menyelenggarakan kegiatan screening film budaya pada malam ini. Kegiatan seperti ini dapat memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk tampil secara kreatif. Harapnya, ke depannya, teman-teman kreatif di SBT dapat menghasilkan film-film yang lebih baik lagi,” ujar Vitho.

Vitho juga berharap agar Wanu Sinema, yang merupakan salah satu komunitas pendokumentasian budaya di Kabupaten Seram Bagian Timur, terus berupaya mendokumentasikan budaya lewat film dokumenter maupun fiksi.

Ia juga berharap komunitas ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda SBT menyalurkan bakat dan minat mereka di dunia film.

Sementara itu, M. Kasim Rumain, selaku Festival Director Wanu Budaya, ketika dikonfirmasi oleh media, menjelaskan bahwa Festival Wanu Budaya hadir dengan semangat untuk merayakan budaya dan menjaga pangan, yang telah lama disuarakan melalui karya-karya film Wanu Sinema. Festival ini menyajikan berbagai kegiatan, di antaranya screening film budaya, pameran fotografi budaya, demo masak, pameran kuliner, serta puncaknya berupa pentas budaya.

Kasim juga menambahkan bahwa screening film budaya ini merupakan rangkaian kegiatan dari Festival Wanu Budaya. “Lewat screening ini, kami ingin memberikan tontonan film-film budaya kepada generasi muda SBT, untuk mengingatkan mereka akan budaya sebagai bagian dari warisan leluhur. Acara ini juga menjadi ruang diskusi antara para filmmaker dan penonton,” tuturnya.

Film-film yang diputar dalam kegiatan screening film budaya ini diterima dari berbagai komunitas film di seluruh Indonesia.

Namun, untuk memastikan film yang tayang sesuai dengan tema yang diusung oleh Wanu Budaya, film-film tersebut harus melalui proses kurasi yang dilakukan oleh tiga kurator film asal Maluku, yaitu Abdul Latif Fakaubun, Rifky Husain, dan Ali B. Kilbaren. Screening film dilakukan selama dua hari dengan durasi dua jam per slot penayangan, dan ditargetkan dihadiri oleh 100 orang penonton per sesi.

Beberapa film yang ditayangkan dalam screening tersebut antara lain Menenun Harapan, Tamasya di TV Tetangga, Layang-Layang Ayah, Baju Wasiat, Ru’Jara, Mentari, Sa Pu Nama Moses, dan Ino To Kodiho yang tayang pada slot pertama. Sedangkan pada slot kedua, film-film yang diputar meliputi MamaJo, Tanigasi, Telur, Pulau Ay, Tumbas, Mau Tahu?, Pakat Sagu, dan Film Es Krim Sagu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....