HUT ke-37 Unit 2 Sektor Betlehem Jemaat GPM Rehoboth, Refleksi Kebaikan Tuhan

  • 19 Mar 2026 20:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Suasana penuh syukur dan kehangatan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Unit 2 Sektor Betlehem Jemaat GPM Rehoboth Klasis Pulau Ambon, yang berlangsung pada 19 Maret 2025. Ibadah syukur yang digelar secara sederhana itu menjadi momen refleksi iman atas perjalanan panjang persekutuan yang terus dijaga dalam kasih Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pelayan Firman Pdt. Thos Ruhulessin, S.Th mengajak seluruh jemaat untuk melihat usia 37 tahun sebagai tanda nyata penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti. “37 tahun bukan sekadar angka, tetapi sebuah refleksi tentang kebaikan Tuhan atas persekutuan kita. Tuhan memelihara, menguatkan, dan menuntun kita hingga hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya hidup dalam kesatuan sebagaimana tertulis dalam Roma 12:16, yaitu agar jemaat tetap sehati sepikir dalam membangun persekutuan. “Paulus mengingatkan kita untuk hidup sehati sepikir. Ini penting supaya persekutuan tetap diberkati. Ketika ada perbedaan, jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” katanya.

Menurutnya, dalam pelayanan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, melainkan semua memiliki peran yang saling menopang. Baik Majelis Pendamping, Koordinator Unit, maupun seluruh anggota jemaat dipanggil untuk bekerja bersama dalam kerendahan hati.

“Pelayanan bukan soal siapa yang paling menonjol, tetapi bagaimana kita saling menopang dan melengkapi. Di situlah kasih Tuhan nyata dalam kehidupan bergereja,” ucapnya.

Sementara itu, Majelis Pendamping, Penatua Chres Patinama, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Unit 2 untuk meneladani kehidupan jemaat mula-mula yang hidup dalam kesederhanaan dan kasih.

“Kita diajak untuk hidup seperti jemaat mula-mula, yang sehati sepikir, saling mengasihi, dan saling peduli satu dengan yang lain. Jangan ada sekat di antara kita, tetapi mari bangun kebersamaan yang tulus,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persekutuan yang kuat tidak hanya dibangun di dalam gereja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap saling membantu, menguatkan, dan hadir bagi sesama. “Ketika ada yang lemah, kita kuatkan. Ketika ada yang susah, kita hadir. Itulah makna persekutuan yang hidup,” katanya.

Tiga puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Ia menyimpan banyak cerita, perjuangan, dan kesetiaan. Dan di setiap cerita itu, ada tangan Tuhan yang setia menuntun. Ibadah syukur ini berlangsung sederhana, namun penuh makna dan nuansa kekeluargaan. Serta menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah persekutuan bukan hanya diukur dari waktu, tetapi dari bagaimana kasih, persatuan, dan iman terus dijaga dalam setiap langkah pelayanan.

Di usia ke-37 ini, Unit 2 Sektor Betlehem diharapkan terus bertumbuh menjadi persekutuan yang kuat, sehati sepikir, dan tetap setia dalam melayani Tuhan serta sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....