Sampah Masih "Menggurita" Dibalik Kemegahan JMP Ambon

  • 18 Mei 2025 08:36 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Julukan Manise selalu diberikan kepada Kota Ambon, bahkan kota kecil ini kerap meraih Piala Adipura. Namun sayangnya, Kota Ambon masih menyimpan ironi yang sangat menyesakkan.

Betapa tidak, di balik gemerlap jalanan kota dan megahnya Jembatan Merah Putih (JMP) kebanggaan orang Maluku, terpampang pemandangan kontras di bawah jembatan, dimana sampah plastik warna-warni mengapung, menumpuk, dan mencemari bibir pantai.

Pemandamgan yang lebih miris umum terlihat setelah hujan deras mengguyur Kota Ambon, seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. Muara sungai Wairuhu, persis di bawah jembatan hingga pesisir pantai Galala, berubah menjadi hamparan sampah yang menggunung.

Tumpukan sampah sepanjang kurang lebih 60 meter ini, bukan hanya mencemari aliran sungai, tetapi juga merusak keindahan garis pantai yang selama ini menjadi daya tarik Kota Ambon.

Dari kejauhan, JMP terlihat berdiri megah sebagai simbol kemajuan, namun di bawahnya, sampah rumah tangga, kaleng bekas, plastik, bahkan pakaian bekas, berserakan tanpa ampun.

Eldon Paliama, warga Galala yang ditemui RRI pada Sabtu, 17 Mei 2025, mengungkapkan bahwa, tumpukan sampah ini adalah dampak langsung dari hujan deras yang melanda sehari sebelumnya.

Arus sungai yang kuat, menyeret sampah-sampah dari pemukiman warga di hulu hingga akhirnya bermuara di kawasan ini.

Ia menduga, sampah-sampah ini ada karena kebiasaan buruk sebagian warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai masih dengan kebiasaan lama yang suka seenaknya membuang sampah langsung ke sungai.

"Sampah ini terbawa arus sungai, bisa jadi warga yang tinggal sepanjang bantaran sungai membuang sampah sembarangan, akibatnya saat hujan sampah-sampah hanyut sampai di sini," ungkapnya.

Menurutnya, upaya pembersihan saja tidak akan menyelesaikan masalah jika akar penyebabnya tidak diatasi. Dia pun mendesak Pemerintah Kota Ambon untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan tegas.

Ia juga meminta agar diberi sanksi berat kepada warga yang kedapatan membuang sampah ke sungai, karena dampak buruk tumpukan sampah ini tidak hanya mencemari dan merusak estetika pantai yang menjadi salah satu identitas Kota Ambon, tetapi juga mengancam ekosistem yang ada.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....